POJOKSATU.id - Gubernur Banten Andra Soni kembali membuat gebrakan.
Dalam acara peluncuran Jalur Logistik Multimoda Kereta Api dan Kapal Roro di Dermaga PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).
Cilegon, Selasa (18/11/2025), ia secara tegas mendorong agar seluruh pelabuhan di Banten segera difungsikan sebagai pintu ekspor-impor barang umum.
Baca Juga: Orasi Tajam Jokowi di Singapura! Klaim RI Kini Raksasa Digital Berkat Infrastruktur Satu Dekade!
Langkah ini disebutnya sebagai strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, bukan hanya untuk Banten, tapi juga nasional.
Di hadapan Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Andra mengungkapkan keyakinannya bahwa Banten punya peran strategis yang selama ini belum dimaksimalkan.
Menurut Andra, posisi geografis Banten yang mengapit Selat Sunda adalah modal besar.
Baca Juga: Depok Siap Terbitkan SK 7.079 PPPK Paruh Waktu Awal Desember 2025, Ini Rinciannya
Sejak era pembangunan Jalan Raya Pos yang melegenda, wilayah ini sudah menjadi jalur penting keluar masuk perdagangan Nusantara.
Karena itu, aktivasi pelabuhan bagi arus ekspor-impor dianggap menjadi jawaban atas persoalan logistik yang menumpuk selama ini.
Dengan nada optimistis, Andra bahkan menyebut Banten siap menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Publik Geram! Slip Gaji Guru Honorer Tersisa Rp 66 Ribu, Potongan Koperasi Jadi Sorotan
“Insya Allah, delapan persen pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari Banten,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan biaya logistik yang melonjak akibat penumpukan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Truk-truk besar berebut jalan dengan kendaraan kecil, menyebabkan kemacetan panjang hingga pemborosan bahan bakar bersubsidi.
Menurutnya, hal itu bukan lagi efisien dan berpotensi membebani negara dalam jangka panjang.
Dengan kawasan industri yang luas dan pelaku ekspor yang terus tumbuh, Andra menilai pelabuhan di Banten adalah solusi logistik yang sudah semestinya diambil.
Baca Juga: PSI Bongkar! Jokowi Ternyata Tak Pernah Dihargai PDIP Selama Jadi Presiden
Semua aktivitas ekspor-impor dapat dilakukan lebih dekat, lebih murah, dan lebih cepat.
Sementara itu, Menko IPK AHY memberikan dukungan penuh. Ia menilai Banten khususnya Cilegon memang menyimpan kekuatan industri strategis yang tidak dimiliki banyak daerah.
Ia menegaskan pemerintah terus mendorong pembangunan transportasi multimoda, khususnya kereta api, guna menekan masalah over dimension overload (ODOL) dan meminimalisasi potensi kecelakaan.
AHY juga menyoroti pentingnya jalur laut. Kapal Roro KBS Cigading–Pelabuhan Panjang disebut mampu mengangkut hingga 300 truk atau 600 kendaraan kecil, yang berarti efisiensi besar bagi mobilitas logistik nasional.
Tidak hanya komoditas baja, tetapi juga produk pangan, bahan baku, hingga petrokimia.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhammad Akbar Johan.
menyatakan bahwa jalur kereta api yang terintegrasi dengan pelabuhan akan memaksimalkan distribusi produk Krakatau Steel.
Baca Juga: ASN yang Jadi Bapekam Diwajibkan Mundur! Pemkab Siak Ungkap Alasan Hukum Larangan Rangkap Jabatan
Ia yakin pelabuhan KBS dapat menarik industri baru untuk beroperasi di Banten.
Lebih jauh, Akbar menegaskan bahwa pemeriksaan dokumen barang yang dapat dilakukan langsung di Cilegon akan meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus mempercepat alur ekspor-impor.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Banten tampaknya siap melangkah menjadi salah satu pusat logistik terbesar di Indonesia.
Andra Soni pun menegaskan bahwa ini bukan sekadar wacana melainkan langkah konkret untuk menggerakkan ekonomi nasional dari wilayah barat Jawa.***


