POJOKSATU.id - Gubernur Banten Andra Soni membuka Festival Karang Kabua 2025 di pesisir selatan Banten, tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Festival tahunan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menjaga kekayaan laut yang dimiliki Banten.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya yang tumbuh di masyarakat pesisir.

Baca Juga: SIAP-SIAP Cek Rekening! Ini Bocoran Tanggal Pencairan TPG Triwulan III untuk SKTP Terbit 6 Oktober 2025!

“Budaya seperti Karang Kabua ini harus terus dijaga. Selain menjadi identitas daerah, juga membawa manfaat ekonomi bagi warga pesisir,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).

Festival Karang Kabua yang telah digelar sejak tahun 2005 ini bukan sekadar ajang hiburan.

Di balik perayaan dan upacara adatnya, tersimpan makna mendalam tentang rasa syukur nelayan atas hasil laut serta semangat gotong royong antarwarga.

Baca Juga: Tahap Kedua Penarikan Data TPG 2025 Dimulai, Guru Diminta Pastikan Dapodik Valid

Sebagai tanda pembuka, Gubernur Andra Soni bersama nelayan melakukan ritual ngecrik, yakni tradisi melempar jala ke laut sebagai simbol keberkahan.

Ia juga melepas ribuan benih ikan ke muara sebagai pesan penting tentang pelestarian ekosistem laut.

Tahun ini, festival mengusung tema “Ngamumule Tali Paranti, Ngabengketkeun Tali Silaturahmi” yang berarti menjaga tradisi sambil mempererat persaudaraan.

Baca Juga: BKN Tarik Data 10 Oktober, Tapi Info GTK Masih 02? Ini Penjelasan dan Solusinya

Makna itu terasa kuat ketika seluruh masyarakat, mulai dari nelayan hingga pelajar, ikut terlibat dalam kegiatan budaya, lomba, hingga pentas seni.

Andra Soni juga menyoroti potensi besar laut Banten dengan garis pantai lebih dari 900 kilometer.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, potensi ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Nelayan jangan hanya jadi penonton, tapi harus jadi pelaku utama dalam pengelolaan laut kita,” tegasnya.

Suasana festival berlangsung meriah.

Baca Juga: Makna di Balik 18 Digit Nomor Induk PPPK Paruh Waktu 2025, Ini Penjelasannya

Warga Bayah dan sekitarnya tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari parade budaya, bazar UMKM, hingga hiburan rakyat yang menampilkan kesenian khas Banten.

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan budaya seperti ini.

Festival Karang Kabua dianggap sebagai simbol kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku budaya dalam menjaga identitas daerah.

Baca Juga: Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Anggarkan Miliaran untuk Peternakan, Apa Kabar Jalan yang Makin Menggemaskan

Bagi warga pesisir, festival ini bukan hanya pesta tahunan, tapi juga pengingat agar laut dan budaya yang mereka warisi tetap lestari untuk generasi mendatang.***