POJOKSATU.id - Dalam suasana penuh khidmat, Gubernur Banten Andra Soni bersama masyarakat memanjatkan doa bersama untuk keberkahan Provinsi Banten yang kini genap berusia 25 tahun.
Acara yang digelar di Pendopo Gubernur Banten itu menjadi momentum refleksi dan harapan baru bagi masa depan Tanah Jawara.
Doa bersama ini dihadiri para tokoh agama, pejabat pemerintah, dan masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh makna spiritual.
Baca Juga: Unsika Rayakan Dies Natalis ke-11, Prof. Abu Bakar Diangkat Jadi Guru Besar
Kegiatan dimulai dengan ziarah ke makam para pendiri Banten, termasuk Sultan Maulana Hasanuddin.
Ziarah ini menjadi simbol penghormatan atas jasa leluhur yang telah meletakkan dasar kejayaan Banten di masa lalu.
Gubernur Andra Soni dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-25 Banten bukan sekadar seremonial.
Baca Juga: KDM Tegaskan Rereongan Poe Ibu Bukan Pungutan, tapi Gerakan Sukarela dan Gotong Royong Warga Jabar
Menurutnya, momen ini juga menjadi panggilan moral untuk memperkuat kebersamaan dan mempercepat pembangunan daerah.
“Mari kita satukan langkah, kuatkan doa, dan terus berkolaborasi agar Banten semakin maju dan diridhai Allah SWT,” ujar Andra Soni dengan penuh semangat.
Seruan itu disambut antusias oleh para tamu undangan yang hadir.
Baca Juga: Wagub Erwan Setiawan Kobarkan Semangat Kontingen Jabar di PORNAS Korpri XVII Palembang
Menurut Gubernur, usia 25 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah provinsi.
Banten kini dituntut lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Pemerintah Provinsi terus berupaya meningkatkan pelayanan publik.
Selain itu, Banten juga mempercepat pembangunan infrastruktur dan membuka ruang partisipasi masyarakat seluas-luasnya.
Rangkaian doa dan istighasah ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Baca Juga: Karlinah Istri Wapres Umar Wirahadikusumah Ternyata Masih Keluarga Menko Airlangga Hartarto
Suara lantunan doa menggema, menandai harapan baru agar Banten semakin berkah, aman, dan sejahtera.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir turut mengungkapkan apresiasi atas inisiatif Gubernur.
Mereka menilai kegiatan ini mampu memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan sosial di tengah tantangan zaman.
Baca Juga: Spirit Kemerdekaan di HUT TNI ke-80, Ukhuwah Batak Muslim Gelar Ziarah dan Doa Bersama
Selain doa bersama, peringatan HUT ke-25 Banten juga diramaikan dengan berbagai kegiatan.
Mulai dari festival budaya, pentas seni tradisional, hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Semua kegiatan itu menjadi cerminan semangat gotong royong dan cinta daerah.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Lantik 173 Pejabat Struktural dan Fungsional
Pemerintah dan masyarakat bersatu menunjukkan identitas Banten yang berbudaya dan beriman.
“Banten harus terus menjadi provinsi yang berdaya saing, namun tetap menjaga akar budaya dan nilai-nilai religius yang diwariskan leluhur,” tambah Andra Soni menutup acara.
Pernyataan itu menjadi penegas komitmen bahwa pembangunan Banten tak boleh lepas dari nilai-nilai kearifan lokal.
Dengan usia seperempat abad ini, masyarakat Banten berharap agar provinsi mereka semakin makmur.
Harapan besar pun tumbuh agar Banten terus menjadi tanah yang penuh keberkahan bagi generasi mendatang.***


