POJOKSATU.ID - Kasus di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten ternyata telah membuka permasalahan lain yang tak kalah besar, tentang tambang pasir.
Seorang pengguna media sosial memperlihatkan temuan yang mengejutkan ketika melihat maps lokasi SMAN 1 Cimarga.
Ternyata tepat di belakang SMAN 1 Cimarga, ada aktivitas tambang pasir yang telah membuat area hijau menjadi gersang.
Berdasarkan pantauan di aplikasi maps, ada beberapa titik tambang pasir yang sangat luas di belakang sekolah, diduga berbatasan langsung dengan hutan.
Dari informasi yang beredar, Kecamatan Cimarga jadi daerah dengan lokasi tambang pasir terbesar di Kabupaten Lebak.
Aktivitas tambang pasir ini dikatakan sudah berlangsung sejak lama, dari yang legal hingga ilegal.
Baca Juga: 5 Restoran di BSD yang Jadi Favorit Pecinta Kuliner
Perusahaan tambang pasir berbentuk CV dan PT seakan gotong royong mengeruk kekayaan alam di wilayah Lebak, Banten, tanpa melihat dampak kerusakan lingkungan.
Aktivitas tambang pasir itu sebenarnya sudah diprotes oleh warga setempat, hanya saja pemberitaannya tidak terlalu ramai.
Kini ketika ada kasus di SMAN 1 Cimarga, tambang pasir di wilayah tersebut mulai disorot.
Baca Juga: Meriah! Livin Fest 2025 Resmi Dibuka, Bank Mandiri Rayakan 27 Tahun Sinergi Majukan Negeri
Warga resah kondisi jalan menjadi becek dan licin akibat kendaraan besar dari tambang pasir yang tiap hari melintas.
Nasib warga di Kecamatan Cimarga sama seperti di Parungpanjang, Bogor, sudah banyak nyawa melayang akibat kondisi jalan rusak oleh kendaraan tambang.
Dibanding dampak positif, keberadaan tambang pasir disebut oleh warga lebih banyak merugikan.
Baca Juga: Cuaca Panas Ekstrem, Sunscreen Jadi Tameng Utama Kulitmu
Pada bulan Juli 2025, sejumlah warga yang melakukan aksi protes ke jalan, bahkan mendatangi satu per satu lokasi tambang.
Mereka dengan berani menempelkan spanduk bertuliskan disegel karena sudah muak dengan aktivitas tambang pasir yang menghambat rutinitas warga.
Keinginan warga sederhana, agar Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemprov Banten turun tangan untuk menutup tambang pasir.
Baca Juga: Saling Memaafkan di Hadapan Gubernur, Kepsek dan Siswa Cimarga Tutup Kisruh dengan Damai
Temuan ini juga membuat netizen menyoroti gerak cepat Gubernur Banten dan wakilnya dalam merespon kasus di SMAN 1 Cimarga.
Netizen berspekulasi mengenai gercepnya Andra Soni dan Dimyati Natakusumah untuk menonaktifkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga ada kaitannya dengan aktivitas tambang pasir.
"Oh, pantesan gubernurnya gercep, ternyata ada tambang dibalaik SMAN 1 Cimarga," tulis @setypran, di kolom komentar unggahan akun Instagram @stuffmap.id, Kamis, 16 Oktober 2025.
Baca Juga: Tips Anti Dehidrasi di Tengah Cuaca Panas Ekstrem yang Melanda Indonesia
Alasan dinonaktifkan kepsek tersebut, agar murid bisa kembali melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasa dan suasana sekolah kembali kondusif.
Akan tetapi, justru langkah itu membuat kasus ini semakin memanas hingga merambat kemana-mana.
Meskipun kepala sekolah SMAN 1 Cimarga tak jadi dinonaktifkan usai dimediasi dengan murid tersebut, tapi netizen justru semakin dalam mengulik kasus ini.
Baca Juga: Banyak PSU Belum Diserahterimakan dan Tak Layak, Pansus 7 Bahas Perda Penyerahan Aset
Hingga akhirnya, tambang pasir di belakang SMAN 1 Cimarga mungkin akan jadi isu selanjutnya yang hangat diperbincangkan.
Bukan hanya jalan yang rusak dan licin, aktivitas tambang pasir ini dilaporkan telah merusak lahan pertanian warga.
Selain itu, kualitas air menjadi buruk karena limbah dibuang ke sungai yang menyebabkan pendangkalan.
Pernapasan warga sekitar juga terganggu karena debu dan udara kotor yang berasal dari tambang pasir.***



