POJOKSATU.id - Bagi pencinta suasana tenang dan pemandangan alami, Danau Tasikardi di Kabupaten Serang bisa jadi pilihan wisata yang tak boleh dilewatkan.

Berbeda dari danau lain, Tasikardi menyuguhkan kombinasi unik antara air tenang dan hamparan sawah yang mengelilinginya.

Saat musim panen tiba, pemandangan sekitar danau seolah berubah menjadi “lautan emas”.

Baca Juga: CBR Series Menggila di Sepang! Pebalap Astra Honda Sapu Tiga Podium di ARRC Malaysia 2025

Pantulan sinar matahari sore di atas air berpadu dengan warna kuning padi yang menawan, menciptakan panorama yang memanjakan mata siapa pun yang datang.

Danau Tasikardi sendiri memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Banten.

Dulunya, danau ini dibangun sebagai penampungan air dan sistem irigasi yang mengalir ke kompleks Keraton Surosowan, pusat pemerintahan kerajaan pada abad ke-16.

Baca Juga: Sosok Novita WD, Penulis Buku Dark Psychology Dihujat Gegara Bukan Psikolog

Hingga kini, aliran air dari danau masih dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kebutuhan pertanian.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa memancing, berperahu kecil, hingga berkemah di area tepi danau.

Suasananya yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota menjadikan Tasikardi tempat ideal untuk melepas penat.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Karawang Bekuk Pengedar Obat Keras Tanpa Izin, Sita 392 Butir Pil Terlarang

Di sekitar danau juga terdapat deretan warung kecil yang menjual kuliner khas Banten seperti rabeg, sate bandeng, dan pecak ikan, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pemerintah daerah kini tengah melakukan penataan ulang area wisata ini agar lebih ramah pengunjung, tanpa menghilangkan nuansa alami yang menjadi ciri khasnya.

Dengan segala pesonanya, Danau Tasikardi bukan sekadar destinasi wisata alam, tapi juga cerminan keseimbangan antara sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Banten yang dekat dengan alam.***