POJOKSATU.id - Anggaran seret, kebijakan pun harus diperas. Itulah yang kini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang setelah alokasi belanja daerah terkoreksi akibat turunnya Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Tak mau pelayanan publik terganggu, Pemkot langsung membongkar ulang strategi RAPBD 2026 dengan lima jurus reformulasi.
Lima langkah tersebut meliputi: reprioritasisasi jangka menengah, rasionalisasi kegiatan nonprioritas, penguatan PAD, optimalisasi pembiayaan daerah, dan penajaman belanja berbasis kinerja.
Baca Juga: Cuaca Buruk dan Status Awas Semeru, 137 Pendaki Dilarang Turun dari Ranu Kumbolo Malam Ini!
Intinya, hanya program penting yang bertahan yang lain dipangkas habis.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan kondisi fiskal tahun depan benar-benar menantang.
“RAPBD Kota Serang Tahun 2026 dihadapkan dengan situasi yang cukup berat. Terjadi koreksi anggaran, sehingga diperlukan langkah adaptif dan efisien agar pelayanan publik tetap terjaga,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Kota Serang, Senin (17/11/2025).
Dalam pemaparan yang dibacakan Agis, pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan hanya Rp 1,487 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp 1,531 triliun.
Artinya, Serang harus menutup defisit lebih dari Rp 44 miliar dengan mengandalkan Silpa 2025.
Meski begitu, Pemkot memastikan RAPBD 2026 tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Aset Tak Kunjung Diserahkan, Pemkot Serang Seperti Dibiarkan Menunggu Tanpa Kepastian
Fokus tetap pada belanja publik, pelayanan dasar, dan program yang punya dampak langsung.
Agis juga menyoroti porsi belanja pegawai yang kini melonjak hingga 30 persen dari total APBD, imbas kebijakan nasional terkait pengangkatan ASN dan PPPK.
“Meski begitu, kami tetap mendorong efisiensi dan sinergi antarperangkat daerah agar APBD lebih produktif,” ujarnya.
RAPBD 2026 sendiri mengusung tema “Pembangunan yang Kolaboratif dalam Penguatan Sumber Daya Manusia, Ekonomi, dan Infrastruktur.”
Tema ini disebut sebagai cerminan semangat pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, memperkuat kualitas SDM, serta menggenjot ekonomi dan infrastruktur kota.
Baca Juga: Erupsi Beruntun Semeru, Awan Panas Jangkau Besuk Kobokan, Warga Diminta Menjauh 8 KM
Dengan jurus hemat yang diracik Pemkot, publik kini menunggu apakah RAPBD 2026 benar-benar mampu menjaga laju pembangunan tanpa tersandung defisit yang mengintai.***


