POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah daerah.
Sebanyak 450 personel gabungan resmi disiagakan melalui Apel Siaga Bencana yang dipimpin langsung Gubernur Andra Soni di Lapangan BPBD Banten, Cipocok Jaya, Serang, Senin (24/11).
Langkah ini merupakan respons langsung atas peringatan BMKG tentang tingginya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Banten.
Baca Juga: Pensiunan PNS Kecewa, Perpres 79/2025 Hanya Berlaku untuk ASN Aktif
Serta instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor.
Gubernur Andra Soni menyebut kesiapsiagaan adalah harga mati. Menurutnya, bencana bisa datang kapan saja tanpa tanda-tanda jelas.
“Kita tidak menginginkan bencana terjadi, tapi kesiapan harus selalu nomor satu. Infrastruktur, sistem peringatan dini, dan kapasitas masyarakat wajib terus diperkuat,” tegasnya, dikutip pojoksatu.id dari bantenprov.go.id.
Baca Juga: Viral! Pabrik Boneka Cianjur Gempar, Puluhan Karyawan Histeris Diduga Kesurupan Massal!
Tak hanya personel, Andra Soni juga mengecek langsung seluruh peralatan kebencanaan.
Ia menilai banyak alat yang harus diremajakan agar mampu menghadapi kondisi darurat di seluruh wilayah Banten yang memiliki riwayat bencana cukup tinggi.
Gubernur pun memerintahkan Sekda Banten, Deden Apriandhi, serta Kalak BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, untuk melakukan inventarisasi ulang dan mempercepat peningkatan kualitas peralatan.
Baca Juga: Kapan Gaji Pensiunan Cair? Ini Tanggal Resmi Pencairan Desember 2025 dari Taspen
“Yang sudah tak optimal, tingkatkan. Jangan tunggu sampai rusak di lapangan,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, mengungkapkan bahwa ratusan titik rawan bencana telah dipetakan di seluruh kabupaten/kota.
Longsor mendominasi wilayah Banten selatan, sementara banjir menjadi ancaman utama di Tangerang Raya, Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Tim gabungan dari TNI, Polri, relawan kebencanaan hingga instansi lintas sektor diterjunkan agar respon darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Seluruh peralatan sudah kami keluarkan untuk pengecekan. Kami pastikan semua siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” kata Lutfi.
Baca Juga: SPBU Shell Segera Jual BBM Lagi Akhir November 2025, Negosiasi dengan Pertamina Resmi Tuntas
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mandiri, terutama warga yang tinggal di zona merah bencana.
“Kenali jalur evakuasi, amankan dokumen penting. Ketika bencana datang, semua harus sudah siap,” pungkasnya.
BPBD Provinsi Banten merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana mulai dari prabencana, tanggap darurat, hingga pemulihan.
Baca Juga: Job Scam Menggila! Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Asia Pasifik, Sumbang 38 Persen
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat di wilayah yang rawan bencana ini.***


