Polda Banten Bongkar Praktik Kecurangan SPBU Kurangi Takaran di Serang

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Condro Sasongko mengungkap kepada awak media soal kecurangan takaran BBM. (Ist)

POJOKBANTEN.com, Serang – Praktik kecurangan SPBU di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, dibongkar jajaran Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten.


SPBU tersebut diketahui mengurangi takaran bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan remote control jarak jauh.

Polda Banten menetapkan dua orang tersangka dalam kasus kecurangan perdagangan BBM jenis pertalite, pertamax, pertamax dex,dexlite dan solar di SPBU tersebut.


Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Condro Sasongko mengatakan, kasus kecurangan perdagangan SPBU tersebut berawa dari keluhan masyarakat yang menduga beberapa titik SPBU main curang.

Baca Juga : Pengangkatan Pj Sekda Oleh Pj Gubernur Banten Digugat ke PTUN

“Di beberapa titik SPBU diduga ada pengurangan takaran. Kemudian kami lakukan penyelidikan mendalam dan terungkap modus operandi penyalahgunaan penjualan BBM menggunakan remote control,” ujar Condro di Mapolda Banten, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskan, terdapat alat pengendali jarak jauh yang disambungkan pada papan sirkuit yang telah dibuat sedemikian rupa oleh oknum di SPBU tersebut.

“Jadi ada komponen elektrikal yang kemudian dimasukan dalam panel data di dispenser BBM,” ujarnya.

“Sehingga jumlah antara literasi dengan jumlah uang yang dibayarkan berbeda,” ucap Condro.

Berdasarkan hasil keterangan ahli, kata dia, terdapat selisih antara 0,5 liter sampai 1 liter per 20 liter.

“Alat ini dipasang oleh ahli mekanik dan elektrikal SPBU tersebut. Saat ini masih dalam pendalaman dan pemeriksaan,” tuturnya.

Dalam perkara ini, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni BP (68) yang merupakan manajer SPBU dan FT (61) sebagai pemilik SPBU.

“Saat ini kedua tersangka tidak dilakukan penahanan karena pertimbangan usia dan kesehatan,” ucapnya.

Dari lokasi SPBU, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti 2 unit remote control, 4 alat relay yang terpasang pada dispenser, dan 4 unite CPU.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 8 ayat 1 huruf c Jo Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dan/atau Pasal 27, Pasal 30 Jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 UU No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 55 ayat 1 atau Pasal 56. (*/pojokbanten)