Larang Wartawan Liputan PPDB, SMAN 2 Kota Serang Terancam Denda Rp500 Juta

POJOKBANTEN.com, Serang – SMAN 2 kota Serang, secara tegas telah melarang sejumlah awak media yang hendak memantau proses Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah sekolah.


Diketahui, sebelumnya di website resmi SMAN 2 Kota Serang dan Baliho yang terpasang, terdapat jalur ‘Donasi’.

Meski kemudian hal itu direvisi pihak sekolah, namun kekhawatiran sejumlah pihak bahwa jalur tersebut tetap dilakukan, maka diperlukan keterangan lebih lanjut.


Baca Juga : Lambatnya Pembuatan Kartu Kuning Disnakertrans Kabupaten Serang Dikeluhkan

Kemudian, sejumlah awak media mencoba konfirmasi kepada sekolah. Namun, hal itu dilarang pihak sekolah, dengan alasan harus menunjukan id card, meski telah membawa surat tugas dari maaing-masing media.

“Harus ada dua-duanya. Selain surat tugas, harus ada id card media masing-masing juga,” ujar salah seorang petugas resepsionis.

Karena penolakan tersebut, sejumlah awak media tidak dapat meminta keterangan apapun.

Menanggapi hal itu, Direktur Organisasi Aliansi Jurnalis Banten Suparman U Junaedi mengatakan, sejak kapan sekolah memberlakukan aturan ketet tersebut kepada awak media, dan apa dasar hukumnya.

“Dasar hukum sama aturan mana yang dipakai SMAN 2 Kota Serang untuk melarang wartawan liputan. Lalu sejak kapan berlaku nya,” katanya.

Parman menegaskan, siapapun yang menghalangi kinerja dan tugas wartawan dalam melakukan peliputan, bertentangan dengan kemerdekaan pers yang dijamin sepenuhnya oleh UUD 1945 dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Ancaman hukuman bagi yang melanggar aturan tersebut yakni dua tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 500 juta,” tegasnya. (dnr/pojokjabar)