Kepsek SMAN 2 Kota Serang : Siapapun Boleh Masuk Lingkungan Sekolah

SMAN 2 Kota Serang.

POJOKBANTEN.com, Serang – Terkait larangan wartawan liputan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh penerima tamu, Kepala SMAN 2 Kota Serang membantah hal itu.


Sebab, siapapun diperbolehkan memasuki lingkungan sekolah, dengan tujuan jelas.

“Siapapun boleh masuk ke lingkungan sekolah. Menemui siapa. Ibu sedang Bimtek (Bimbingan Tekhnis) di Depok,” ujar Kepala SMAN 2 Kota Serang melalui pesan whatsap, Kamis (23/06/2022).


Baca Juga : Larang Wartawan Liputan PPDB, SMAN 2 Kota Serang Terancam Denda Rp500 Juta

Ketika ditanya alasan pihak penerima tamu melarang wartawan melakukan peliputan, ia mengaku belum mengetahui persoalan tersebut. Karena itu, ia akan mengkonfirmasi terlebih dahulu.

“Coba nanti ibu tanya ke sekolah. Iya mohon maklum, mungkin karena kondisi saat ini. Semoga bisa memaklumi, nanti ibu cek,” katanya.

Terkait adanya jalur Donasi dalam website dan baliho yang terpasang, ia mengaku hak itu merupakan kesalahan dari percetakan.

Namun, ketika ditanya percetakannya, tidak menjawab.

“Yang ini kesalahan dari percetakan boleh konfirmasi, tidak ada niatan sama sekali. Spanduk serta web dibetulkan hari itu juga. Ntar ibu nanya dulu ya (red-soal nama percetakan),” jelasnya.

Adapun kuota untuk SMAN 2 Kota Serang, yakni 432 siswa, terbagi kedalam 12 Roombel.

“Ada 12 rombel, per ruangan nya 36 siswa,” terangnya.

SMAN 2 kota Serang, secara tegas telah melarang sejumlah awak media yang hendak memantau proses Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah sekolah.

Diketahui, sebelumnya di website resmi SMAN 2 Kota Serang dan Baliho yang terpasang, terdapat jalur ‘Donasi’.

Meski kemudian hal itu direvisi pihak sekolah, namun kekhawatiran sejumlah pihak bahwa jalur tersebut tetap dilakukan, maka diperlukan keterangan lebih lanjut.

Kemudian, sejumlah awak media mencoba konfirmasi kepada sekolah.

Namun, hal itu dilarang pihak sekolah, dengan alasan harus menunjukan id card, meski telah membawa surat tigas dari maaing-masing media.

“Harus ada dua-duanya. Selain surat tugas, harus ada id card media masing-masing juga,” ujar salah seorang petugas resepsionis. (dnr/pojokbanten)