Kontes Durian, Si Mentega yang Rasanya Sulit Hilang di Mulut jadi Jawara

Kontes durian di Serang
kontes durian tingkat Provinsi Banten 2019

POJOKBANTEN.com, SERANG – Maknyus, dagingnya tebal, warnanya kuning oranye. Rasanya menempel cukup lama di mulut. Hanya satu bijinya sudah membuat kenyang. Si Mentega akhirnya menjadi jawara kontes durian tingkat Provinsi Banten 2019.


Suasana Kebun Nancang di Jalan Serang-Pandeglang, tepatnya Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang siang itu berubah. Kebun yang berada di samping Markas Kodim 0602 Serang yang biasanya sunyi, siang itu mendadak ramai.

Kendaraan roda empat dan dua tak henti-hentinya keluar masuk area kebun. Saking ramainya, mereka yang tak kebagian parkir terpaksa menyimpan kendaraannya di tepi Jalan Serang-Pandeglang.

Begitu ramainya, parkir kendaraan sangat memanjang. Markas Kodim pun jadi korbannya. Sebagian mobil terpaksa parkir di depan markas militer tersebut.


Ya begitu lah kondisinya. Warga berbondong-bondong ke kebun itu untuk menghadiri Festival Durian Banten. Acara itu digelar Pemprov Banten.

Bau menyengat khas durian langsung tercium ketika kaki baru saja terpijak di gapura festival. Baunya makin kuat setiap kaki melangkah di dalam kebun. Hari itu rambutan yang sejatinya kebun diperuntukan untuk itu kalah pamor. Setiap sudut kebun dipenuhi durian yang tertata rapi dalam sebuah stand untuk diperjualbelikan.

Sedang asyik-asyiknya memperhatikan durian, tiba-tiba suara teriakan terdengar. Durian! Durian! Kata itu yang terdengar berkali-kali. Suara itu dibarengi dengan gerakan lincah para warga yang hadir. Mereka berbondong-bondong ke tengah kebun yang sudah dipasangi sebuah tali sebagai pembatas.

Setelah tanya kanan kiri ternyata mereka sedang memperebutkan durian gratis. Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten menyediakan 2.000 butir durian lokal untuk warga.

Pembagian durian gratis dibagi dalam empat sesi. Setiap sesinya dibagikan 500 butir. Jadi siapa cepat dia dapat. Makannya, sehabis pembagian ada beberapa raut muka yang terukir. Ada yang semringah karena dapat. Ada juga yang kusut karena tak kebagian.

Bukan Cuma durian yang dijual atau dibagikan gratis. Festival juga menampilkan durian unggul yang dilombakan. Buah-buah dengan kulit berduri itu ditempatkan dalam sebuah saung dan dijejerkan berdasarkan nomor. Satu per satu durian dicicipi oleh dewan juri.

Para haters durian mungkin akan sangat benci jika diharuskan ke ruang kontes. Bagaimana tidak, baunya berkali-kali lipat lebih menyengat dari durian gratis atau yang diperjualbelikan di festival. Ada yang bilang, aroma menyengat adalah satu satu kriteria durian super. Jadi tak heran jika bau durian kontes lebih menusuk hidung.

Secara tampilan memang durian yang dikonteskan cukup berbeda. Warna cukup mencolok. Kebanyak berwarna kuning oranye tapi ada juga yang putih. Dagingnya jelas berbeda. Dagingnya begitu tebal dan memenuhi setiap juring atau ruang kulit dalam durian.

Warga yang datang cukup antusias menyaksikan kontes. Empat sisi saung kontes dipenuhi warga. Mungkin mereka juga ngiler lihat durian unggul itu. Beberapa kali dewan juri menggoda, menawarkan durian kontes dan warga pun memberi jawaban yang sama. “Mau,” ujar mereka serempak dengan suara cukup keras.

Informasi yang dihimpun, ada 60 peserta yang ikut kontes tapi dewan juri melakukan penjaringan. Hasilnya, hanya 24 peserta yang berhak mengikuti tahap penilaian secara lengkap.

Proses penilaian mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Penentuan juara sempat berjalan alot. Beberapa kali dewan juri berdiskusi menentukan pemenang. Sekelebat terdengar bahwa durian yang dikontesnya memiliki kulitas yang hampir setara.

Tapi dari yang baik ada yang terbaik. Akhirnya dewan juri mengeluarkan keputusan. Jawara kontes durian Banten 2019 jatuh kepada peserta dengan nomor urut 35 dengan durian Si Mentega. Durian itu berasal dari Kampung Kadukupa, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Durian itu ikutsertakan oleh petani durian bernama Eli.

Si Mentega berhasil mengguli para pesaingnya dengan perolehan nilai 209,25. Jawara kedua diraih peserta nomor 9 dengan durian Pendul asal Pandeglang dengan nilai 207,75. Juara ketiga ditempati peserta nomor 10 dengan durian Ketan Bayong dengan nilai 204,75 yang juga berasal dari Pandeglang.

Secara kasat mata, Si Mentega memang memiliki ukuran yang paling besar dari durian yang dilombakan lainnya. Yang unik, durian itu memiliki duri yang kecil. JIka dilihat sekilas bahkan seperti tak memiliki duri. Buahnya sendiri memiliki warna kuning dengan bau yang cukup menyengat.

Pojok Banten berkesempatan mencicipi Si Mentega. Pada kunyahan pertama rasa manis langsung memenuhi ruang mulut. Teskturnya sangat pulen dan dagingnya sangat tebal. Satu biji saja sudah membuat kenyang.

Yang paling membekas, rasa durian tetap menempel di mulut meski tak lagi mengunyahnya.  Tak kehabisan akal, kopi pun diminum. Ternyata rasanya seperti kopi rasa durian. Saking lengketnya bekas rasa Si Mentega di mulut.

Bagi pecinta durian yang sama-sama mencicipi Si Mentega jelas itu sensai yang luar biasanya. Hal itu diamini Ketua Dewan Juri Kontes Durian Banten Muhammad Iwan Subekti.

Menurutnya, Si Mentega memiliki rasa yang kompleks, perpaduan rasa manis seimbang kemudian creamy. Lembut, agak sedikit kental sehingga agak sulit ditelan dan rasa yang membekas di mulut yang panjang.

Diungkapkan Iwan, ada 14 kriteria penilaian dalam mulai dari rasa, daging buah, bentuk buah, kulit dan aroma. Dari itu semua penilaian dititikberatkan pada rasa. Semua durian yang dilombakan memiliki rasa unik masing-masing tapi Si Mentega memiliki penilaian yang lebih komplet dari seluruh kriteria.

Iwan yang juga Sekretaris Yayasan Durian Indonesia itu mengakui, durian lokal Banten memiliki kualitas yang sangat baik. Dia pun berharap, durian lokal bisa terus diproduksi karena potensi yang dimiliki Banten cukup besar.

Menurutnya, banyak Varietas lokal yang dimiliki tapi baru dua yang sudah tersertifikasi Kementerian Pertanian. Pertama ada durian Si Seupah yang tersertifikasi pada 2014 dan Si Radio pada 2018.

Saat ini Banten juga sudah kembali mendaftarkan tiga varietas untuk disertifikasi. Prosesnya baru pendaftaran didaftarkan Pusat Pencatatan Varietas. Ketiganya adalah Gringsing, Branjang dan Ketan Jaya.

Sementara pemenang kontes durian Eli mengaku, Si Mentega sebenarnya adalah varietas yang umum di Pandeglang. Perawatannya pun tak terlalu sulit, tidak ada perlakuan khusus. Adapun yang membuatnya special karena apa-apa yang diungkapkan juri sehingga menjadikannya jawara di kontes perdana yang diikutinya itu.

Untuk urusan harga, Eli memang menjualnya dengan harga yang berbeda dari lima varietas durian lain yang ada di kebunnya. Si Mentega paling murah dijual senilai Rp 100.000. Selain unggul, Si Mentega termasuk jenis langka. Per pohon Si Mentega setiap tahunnya paling banyak menghasilkan buah sebanyak 30. Berbeda dengan lainnya, ada yang bisa menghasilkan hingga seratusan.

Durian merupakan buah yang digandrungi banyak orang. Secara ekonomi jelas mampu menghasilkan rupiah. Yang jadi kelemanhan, durian adalah buah musiman. Banyak petani durian yang menebang pohonnya untuk mendapat uang instan. Semoga hal tersebut tak terjadi sehingga predikat Banten sebagai sentra durian tetap lestari.

(mamora/pojokbanten)