POJOKSATU.id, Kota Bandung - Evaluasi pelaksanaan work from home (WFH) di kota Bandung minggu ketiga diakui Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tingkat kedisiplinan pegawai ASN lebih baik dibanding dua minggu lalu.

"Kami terus melakukan berbagai macam upaya untuk memastikan bahwa satu mobilitas semua pegawai pemerintah kota Bandung yang ditugaskan untuk WFH itu mobilitasnya rendah dalam rangka memastikan bahwa ada efisiensi operasional, efisiensi operasional ini menyangkut masalah konsumsi BBM konsumsi listrik dan juga dalam rangka mengefisienkan kerja," jelas Farhan di pendopo, Jumat 24 April 2026

Namun konsekuensinya lanjut Farhan, dalam melakukan pengendalian, pemkot Bandung harus menggunakan aplikasi secara jarak jauh untuk memastikan kedisplinan dari para pegawai yang harus melaksanakan WFH.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Evi Hendarin menyampaikan evaluasi pelaksanaan WFH atau transformasi budaya kerja di kota Bandung sudah laksanakan selama tiga minggu dan setiap minggunya ada peningkatan kepatuhan dari pelaksanaan kegiatan.

"Minggu pertama diaplikasi pengawasan yang kita lakukan itu terditeksi ada 136 ASN melakukan pelanggaran atau keluar dari zona area tempat kerja WFH, minggu kedua itu hanya 16 ASN terdeteksi melakukan itu, kemudian kita konfirmasi ke atasannya atau kepala OPD untuk kita tanyakan apakah memang ada tugas lain sehingga si ASN tersebut harus keluar dari
zona tempat bekerja WFH atau seperti apa, kalau memang tidak ada, tidak ada perintah dari atasan, maka tentunya ada sanksi administratif yang akan kita kenakan untuk mereka yang melanggar itu," bebernya.

Prinsipnya lanjut Evi, pelaksanaan WFH ini tidak mengurangi produktifitas dan layanan publik yang kita laksanakan kepada masyarakat.

"Saat ini masih android, IOS belum karena IOS kami belum dapet permit seperti android jadi kami sampaikan ke rekan rekan kepala OPD untuk memberikan arahan gunakan Android," ujarnya.

Farhan kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan teknologinya.

Kendati sekarang kebanyakan di kota Bandung menggunakan android karena lebih gampang.

Farhan berharap ada evaluasi dari pemerintah pusat juga sehingga dalam melaksanakan tugas WFH ini tidak terlalu banyak improvisasinya.

"Cuma kalau dari kedisplinan tidak mungkin melakukan improvisasi yang banyak banyak, nah tentunya kami sangat mengharapkan kritis atau pandangan kritis dari masyarakat agar kami memastikan hal hal yang tidak tercover oleh kontrol menggunakan aplikasi ini tetap bisa dikendalikan atau diawasi oleh masyarakat," tegasny.

Farhan juga menyampaikan terjadi efisiensi BBM, itu terlihat dari jumlah ASN yang melaksanakan WFH sebanyak 1354 orang.

"Yang WFH, rata rata per orang mereka bolak balik 25 ribu untuk mengeluarkan BBM per hari, nah itu berarti sudah bisa menghemat 25 rb dikali 1354," tegasnya seraya mengatakan pelaksanaan WFH ini tidak ada keluhan karena pemkot Bandung sendiri pernah menerapkan Jumat tanpa kendaraan.

"Gak ada karena kan pj wali kota yang lama kan menerapkan aturan tidak bawa kendaraan bermotor, nah itu sudah pernah berjalan tidak terlalu banyak keluhan dan kita juga sudah terbiasa dengan WFH," tutupnya.