POJOKSATU.id, Kota Bandung – West Java Festival (WJF) 2025 kembali digelar dengan suguhan seni dan budaya yang berakar pada kearifan lokal Sunda.

Masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, festival ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata Jawa Barat sekaligus menjadi agenda nasional yang konsisten mengangkat kreativitas daerah.

Staf Khusus Bidang Akuntabilitas dan Hukum Kementerian Pariwisata RI, Bambang Andika, menegaskan bahwa WJF kini menjadi salah satu program unggulan Kemenpar.

Pada kesempatan tersebut, sertifikat KEN resmi diserahkan kepada penyelenggara WJF 2025.

“WJF diharapkan menjadi event yang mendorong kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Tahun ini Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan lokal di Indonesia sebanyak 1,08 miliar orang dan 15 juta wisatawan mancanegara,” ujarnya saat memberi sambutan di Kiara Artha Park, Minggu (9/11/2025).

Sebagai festival tahunan, WJF hadir untuk merayakan kekayaan budaya, sejarah, serta capaian pembangunan Jawa Barat.

Selain menghadirkan hiburan, ajang ini juga menjadi wadah kolaborasi perangkat daerah melalui layanan terpadu satu pintu, mulai dari pembayaran pajak, administrasi kependudukan, hingga perizinan dan pelayanan publik lainnya.

Tahun ini, WJF mengusung tema Gapura Panca Waluya, yang terinspirasi dari nilai-nilai budaya masyarakat Sunda.

Tema tersebut menjadi arah dalam pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan agar tetap bertumpu pada kearifan lokal serta mendorong masa depan Jawa Barat yang berkelanjutan.

Sejak pertama digelar pada 2019, WJF telah terlaksana tiga kali sebelum pandemi Covid-19 sempat menghentikan penyelenggaraan pada 2020–2022.

Tahun ini, festival berlangsung di Kiara Artha Park selama dua hari, 8–9 November 2025.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir bersama para kepala daerah, termasuk Wali Kota Bandung M. Farhan.

Dedi menekankan bahwa WJF 2025 membawa pesan tentang pentingnya pertumbuhan ekonomi, kreativitas masyarakat, dan etos kerja.

“Pesannya adalah ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif dan yang paling utama adalah setiap orang harus mau bekerja apapun pekerjaan itu tanpa harus bicara persoalan pekerjaannya apa,” ujarnya saat meninjau tenant UMKM.

Sementara itu, Wali Kota Bandung M. Farhan menilai WJF sebagai ruang yang menegaskan keberagaman budaya di Jawa Barat.

“Saya berharap WJF menjadi motivasi dan pemicu lahirnya ide luar biasa dalam memajukan pariwisata berbasis budaya di Jabar,” tuturnya.