POJOKSATU.ID – Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan kota, terutama dampak cuaca ekstrem yang tengah melanda.
Berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, saat ini telah dilakukan operasi modifikasi cuaca dengan penyebaran bahan kimia di atas awan guna mengurangi dampak cuaca ekstrem.
“Mudah-mudahan dampaknya bisa berkurang. Menurut siklusnya, kejadian ini terjadi setiap 50 tahun sekali. Saat ini, kita masih dalam kondisi siaga darurat,” ujar Farhan saat Safari Ramadan di Kecamatan Bandung Wetan.
Selain itu, ia juga menyoroti infrastruktur pendidikan yang terdampak banjir, seperti SDN Sondariah di Gedebage.
“Infrastruktur sekolah harus menjadi prioritas utama karena dari sanalah pendidikan anak-anak kita berlangsung,” katanya.
Farhan menegaskan bahwa menghadapi tantangan ini memerlukan kerja keras dan kebersamaan. Ia mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menyatakan bahwa perubahan hanya terjadi jika manusia berusaha mengubah nasibnya sendiri.
“Kita harus ikhtiar dan bekerja keras. Ini bukan semata-mata perintah wali kota, tetapi demi nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa membangun Kota Bandung memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya selalu menggunakan kata ‘kita’ karena untuk Bandung, yang dibutuhkan adalah kerja sama, bukan rivalitas. Dengan kolaborasi, kita bisa menyelesaikan masalah satu per satu,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Wacanakan Bazar Murah di Setiap Kelurahan
Safari Ramadan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemkot Bandung, sektor swasta, dan berbagai unsur masyarakat dalam membangun kota. Acara ini dihadiri oleh Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta anggota DPRD Jawa Barat dari dapil Bandung, yang menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Bandung melalui semangat kebersamaan.***



