POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pada Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Dago hari ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan masalahnya sangat kompleks.
Pasalnya di lokasi tersebut pusat industri pariwisata Kota Bandung.
"Permasalahannya adalah bagaimana industri pariwisata ini kemudian bisa bersentuhan dan memberikan manfaat langsung kepada warga masyarakat gitu, nah ini yang jadi masalah pembangunan, kemacetan, kebersihan, dan juga daya dukung lingkungan ini betul-betul, jadi harus kita perhatikan yang ada di Dago, bahwa ada perijinan-perijinan masa lalu yang mesti kita perbaiki ya kita perbaiki, itulah kira-kira," jelas Farhan disela acara Siskamling, Jumat 30 Januari 2026.
Kata Farhan perbaikkan itu mulai dari perijinan hotel yang sedang dibangun dan sudah dibangun.
Perijinan itu tidak serta merta bisa langsung dicabut lagi sehingga terpaksa harus melakukan dialog kesepakatan.
Begitupun terkait dampak, kata dia banyak, mulai dari keluhan warga karena selama masa pembangunan sampai sekarang.
Farhan mencontohkan The Maj Dago, hotel tersebut itu menjadi monumen yang tidak tahu kapan beresnya.
"Kita akan mencari titik tengah untuk saling menyesuaikan baik industri maupun masyarakat harus saling menyesuaikan, nah seperti apa ya tergantung dari kondisi, contohnya dibukti Dago kan lagi ada pembangunan moven fik ini lagi kita perhatikan juga ini penangananya bagus apa enggak, dari pihak moven fik nya walaupun bagiamana masyarakat bisa saling menyesuaikan tentang masalah ini," tegasnya.
"Apa bisa dilakukan? Seharusnya bisa, karena dulu juga kan ada hotel Jayakarta sudah dibangun sejak tahun 90 an nah ini saling menyesuaikan ini perlu kita jaga, dah gitu berbeda dengan masa-masa lalu, setiap weekend kan pasti macet ke arah Dago, macetnya gila-gilaan ya itu juga musti kita tangani bersama," tutupnya.



