POJOKSATU.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pelajar, anak usia dini, serta kelompok rentan gizi," ujar Erwan.

Baca Juga: Kebakaran Bangunan Dua Lantai di Pademangan, Tewaskan Ibu Hamil dan Anak-anaknya

Menurut Wagub Erwan, gizi yang baik merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, peningkatan kecerdasan, dan daya saing bangsa. Karena itu, peran SPPG sangat strategis dalam memastikan keberhasilan program MBG.

"SPPG bukan hanya pelaksana teknis, tetapi juga garda terdepan dalam memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan aman dikonsumsi," tegasnya.

Wagub Erwan menambahkan, kegiatan pembinaan dan pendampingan yang digelar hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas, sinergi, dan semangat pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Juga: Warganet Serbu Akun Andra Soni Usai Perintah Nonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga

Pemerintah Provinsi Jabar, lanjut Erwan, berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program MBG.

Ia menegaskan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada lagi anak yang datang ke sekolah dalam keadaan lapar.

"Target jumlah SPPG di Jabar tahun 2025 sebanyak 4.683 SPPG atau mencakup 14 juta siswa. Hingga saat ini telah terealisasi 2.565 SPPG atau 55 persen, sehingga 7,7 juta siswa telah merasakan manfaat program MBG setiap harinya," jelas Erwan.

Baca Juga: PPG Calon Guru Tahun 2025 Gratis atau Bayar? Info Resmi dari Kemendikdasmen Begini!

Selain berdampak langsung pada peningkatan gizi siswa, program MBG juga berkontribusi pada pergerakan ekonomi lokal melalui penyediaan bahan baku, pengolahan, distribusi, serta penyerapan tenaga kerja.

Dukungan pasokan bahan pangan dan industri pengolahan di Jawa Barat juga dinilai sangat memadai.

Dalam pelaksanaannya, program MBG menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kejadian keracunan pangan di beberapa titik. Namun, berkat kerja cepat dan kolaborasi lintas sektor, seluruh kasus tersebut dapat ditangani dengan baik.

Pemprov Jabar juga telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola program, antara lain dengan membentuk tim satgas yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, TNI, dan Polri.

Baca Juga: Dibuka 23 Oktober 2025, Simak Syarat Pendaftaran 'MoRA The Air Fund' Program Riset Kolaboratif LPDP dan Kemenag

Selain itu, telah disusun nota kesepakatan antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Gubernur Jabar, serta seluruh bupati dan wali kota dalam rangka percepatan pelaksanaan program MBG.

Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai langkah strategis, antara lain: Membentuk Tim Satgas yang melibatkan perangkat daerah, instansi terkait, TNI, dan Polri.

Pemprov Jabar juga melakukan koordinasi penyiapan lahan milik provinsi dan kabupaten/kota untuk mendukung pembentukan SPPG baru, serta melakukan konsolidasi dalam mendukung ketersediaan dan keterjangkauan rantai pasok berbasis potensi dan tenaga kerja lokal.

Baca Juga: MASUK PROLEGNAS, Baleg DPR RI Sebut Ada Peluang PPPK JADI PNS, ASN Jangan Terbelah, Revisi UU ASN Dikaji dari Berbagai Aspek

Di sisi lain, upaya pengendalian keamanan dan mutu pangan terus diperkuat, termasuk mendorong seluruh SPPG di Jawa Barat agar memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Oktober 2025

"Pemprov Jabar juga memperhatikan penanganan sisa dapur seperti sisa makanan dan limbah kemasan agar tidak mencemari lingkungan," katanya

Melalui program MBG, Erwan berharap seluruh Kepala SPPG dan mitra di lapangan dapat menjadi teladan dalam penerapan standar gizi seimbang, memberikan edukasi gizi kepada sekolah dan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dengan sektor pendidikan, pertanian, UMKM pangan, dan pihak swasta.

Baca Juga: Bandung Scoot Nation 2025: Ajang Silaturahmi Pertama Scooteris

Ia juga mendorong pelaporan hasil pemantauan secara berkala agar kualitas program terus meningkat.

"Mari jadikan program ini bukan sekadar rutinitas, tetapi gerakan bersama untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing," ajak Erwan.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: Jembatan Merpati Raya Rusak, Wali Kota Benyamin Turun Tangan Instruksikan Perbaikan

"Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, saya yakin cita-cita mulia ini dapat kita wujudkan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini," pungkasnya. ***