POJOKSATU.ID – PT Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan pada ajang CSR Nusantara Awards 2025.
UIP JBT mendapatkan dua penghargaan sekaligus dengan predikat platinum atas kedua program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang telah dilaksanakan.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Grup atas pencapaian kinerja TJSL yang berhasil menyabet hampir seluruh kategori. Dirinya menyebut program TJSL dari Grup tersebar di seluruh Indonesia mulai dari barat hingga ke timur.
“Pada tahun ini, kami menyelenggarakan CSR Nusantara Awards yang ke-16. Istimewa karena kami mendapatkan program-program terbaik dari Grup. Jadi, luar biasa buat kami, tahun ini Grup menunjukkan kinerja CSR yang luar biasa dan mendapatkan predikat platinum karena mereka hampir memenangkan seluruh kategori. Jadi, inisiatif mereka ini tersebar dari ujung timur ke ujung barat. Maka, mereka pantas berbangga karena program yang mereka lakukan,” kata La Tofi.
Program TJSL pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan adalah Pelatihan dan Sertifikasi “Membangun SDM Cisokan Tangguh” bagi masyarakat di sekitar proyek pembangunan PLTA Cisokan.
Program ini didasari dari keinginan untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan PLTA Cisokan. Oleh karena itu, diadakan sejumlah pelatihan dan sertifikasi sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pekerja di proyek pembangunan PLTA Cisokan sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di dunia kerja secara nasional.
Adapun kategori pelatihan dan sertifikasi mencakup administrasi proyek perkantoran, flagman, operator dump truck, operator bulldozer, operator excavator, welder, dan security.
Program TJSL kedua yang juga mendapatkan penghargaan platinum adalah bantuan infrastruktur akses air di Desa Parigimulya, Kabupaten Subang yang berjudul “Mengalirkan Harapan, Menyambung Kehidupan”. Memiliki penduduk lebih dari 500 kepala keluarga (KK) yang sebagian besar bekerja sebagai petani, tentunya membuat Desa Parigimulya membutuhkan pasokan air yang cukup.
Namun yang terjadi adalah desa tersebut seringkali mengalami kesulitan pasokan air bersih sebagai kebutuhan utama dan juga penunjang aktivitas. Adanya kesulitan tersebut menumbuhkan inisiatif untuk menyediakan sarana dan prasarana air bersih bagi Desa Parigimulya.
Kedua program ini berhasil mendapatkan penghargaan tersebut karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat, adanya inovasi, memiliki sifat keberlanjutan, hingga relevansinya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah ditetapkan oleh PBB. Program “Membangun SDM Cisokan Tangguh” sesuai dengan TPB No. 4 yakni Pendidikan Berkualitas.
Sedangkan program bantuan akses air bersih di Desa Parigimulya juga turut mendorong TPB No. 6 yakni Air Bersih dan Sanitasi Layak.
General Manager UIP JBT, Widya Anggoro Putro menjelaskan bahwa senantiasa meyakini bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan juga harus diikuti pembangunan sosial. Adanya, menurutnya, harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Kemendiktisaintek Umumkan KBMK 2025, Simak Lima Panduan bagi Mahasiswa yang Ingin Ikut Serta
“Kami ingin pembangunan daerah tidak hanya di sisi infrastruktur saja, namun juga pembangunan sosialnya melalui peningkatan kesejahteraannya. Ini bekerja sangat dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran kami juga harus bisa dirasakan langsung dampak positifnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami berfokus pada program TJSL yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap Anggoro.***



