POJOKSATU.id, BANDUNG-- Rumah mantan Bupati Cianjur ke-10 RAA Prawiradiredja II di Bumi Ageung Cikidang, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024.
Tak hanya lokasinya yang unik, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun secara serempak menggunakan konsep seragam SMA.
Bilik suara dan kotak suara juga pengambilan surat suara berada di ruang tengah Bumi Ageung yang dihiasi oleh potret-potret Cianjur lawas peninggalan sejarah.
Ketua KPPS TPS 007, Kelurahan Solokpandan, Aang Ruhiyat mengatakan, pihaknya memilih Bumi Ageung sebagai TPS sambil menggunakan kostum anak SMA karena ingin menarik perhatian para pemilih khususnya di RW 04 Kampung Bojongmeron.
"Kita juga mau memperkenalkan budaya Cianjur karena rumah ini adalah salah satu tempat bersejarah yang juga sebagai destinasi wisata. Sekaligus menarik minat para pemilih untuk mencoblos di TPS ini," ujar Aang, Rabu (14/2).
Menurut Aang, pihaknya sudah merencanakan hal tersebut sejak dilantik sebagai anggota KPPS beberapa waktu lalu. Dirinya pun lantas meminta izin pada pewaris juga keturunan Bupati Cianjur ke-10, Pepep Johar.
"Beliau menerima sangat baik izinnya, jadi kami bisa menggunakannya dengan lancar," jelasnya.
Sedangkan kostum anak SMA yang digunakan para anggota KPPS karena berbagai alasan diantaranya karena persyaratan sebagai anggota KPPS harus memiliki ijazah SMA.
Baca Juga: Libatkan TNI-Polri, Kapolri Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Terkendali
"Sebagai syarat jadi anggota KPPS ini kan harus memiliki ijazah SMA, sedangkan banyak yang petugas yang sudah berumur ijazah SMA-nya sudah hilang. Tapi dengan surat keterangan Ketua RW setempat kita akhirnya terpilih," ungkapnya.
Dengan mengenakan seragam SMA, pihaknya memperlihatkan jika para anggota KPPS sudah pernah mengenyam bangku SMA dizamannya. Beberapa diantaranya bahkan mengenakan baju SMA
"Kita perlihatkan kalau kota pernah duduk di bangku SMA dengan mengenakan seragamnya. Ini juga jadi hiburan bagi para pemilih kita yang berjumlah 154 DPT. 20 persennya adalah pemilih pemula yang berusia 17 tahun atau yang masih SMA," jelasnya.
Ia melanjutkan, alasan lain mengenakan kostum SMA karena 14 Februari identik dengan hari kasih sayang dan masa-masa indah jatuh cinta itu terjadi saat masih duduk di bangku SMA.
"Masa indah percintaan itu di masa SMA. Maka kita kemas dengan konsep ini. Kita juga ingin Pemilu 2024 ini berjalan penuh cinta, damai, tanpa dendam, dan tanpa saling hujat," tutupnya.***



