POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Erwin meninjau ke tempat pembuangan sampah sementara atau TPS di Kelurahan Padasuka.

Menurut Erwin, sampah di lokasi tersebut sekitar 2 ton per hari berhasil diolah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk kemudian dijadikan bahan bakar briket atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara sekitar 1,5 ton.

Pengolahan tersebut berawal dari pemilahan sampah organik dan anorganik kemudian masuk ke mesin ke RDF satu kemudian ke mesin mixer dan terakhir ke mesin brixet.

Baca Juga: Dukung Inovasi Peta Cinta, Dispendukcapil Jember Siapkan 15 Peralatan Perekaman KTP Portable

"Terimakasih pak gubernur atas bantuan 3 unit mesin rdf, mixer, dan briketnya. Dan disini pun sudah ada pembelinya sehingga diharapkan bantuan sesuai harapan," imbuh. Erwin.

Kata Erwin sampah yang masuk dari masyarakat lalu dipilah hingga berakhir menjadi bahan bakar alternatif briket berhasil menyelesaikan masalah sampah di satu kelurahan tersebut.

"Dari 2 ton sampah per hari ada yang ke magot dan komposting. Jadi selesai sampah disini," ucapnya.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Ortu Calon Mahasiswa Kedokteran Unsoed Diduga Sudah Bertahun-tahun

Selain berhasil menyelesaikan masalah sampah, penampung briket pun rupanya di kelurahan Padasuka sudah ada.

Kata Erwin di kota Bandung ada 400 industri tekstil yang memerlukan dua ton sampah per harinya. Sayangnya kota Bandung belum bisa memenuhi kuota tersebut.

Hasil penjualan briket tersebut diserahkan ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk gaji dan operasional TPS tersebut.

Baca Juga: Pantau Karhutla Malah Bongkar Pembalakan Liar, 6 Orang Jadi Tersangka di Kerumutan Riau

"Kalau dirupiahkan bisa Rp800 ribu sampai 1 juta per ton, hasil penjualan masuk semua ke KSM," ucapnya.***