POJOKSATU.ID — Sebanyak 150 warga di sekitar proyek pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti pelatihan dan sertifikasi keterampilan kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digelar sejak 2023.

Pelatihan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari keamanan (Satuan Pengamanan), administrasi proyek, operator alat berat, petugas pengatur lalu lintas proyek (Traffic Guider), hingga pengelasan. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing masyarakat lokal di dunia kerja, baik di lingkungan proyek maupun di sektor lain.

General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Widya Anggoro Putro, mengatakan pelatihan ini tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional, tetapi juga membekali warga sekitar dengan keahlian yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga: TANDING SORE INI, Baca KEKUATAN INDIA, Skuad Bulu Tangkis Indonesia Incar Tiket Perempat Final, Cek Klasemen Terbaru, Fadia COMEBACK, TONTON di Sini!

“Kami ingin proyek ini memberi manfaat luas, tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga peningkatan kapasitas SDM masyarakat sekitar,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan administrasi proyek, Johar Andiansyah, menyambut baik program tersebut. Ia menyebut pelatihan ini memberi peluang bagi warga untuk memiliki sertifikasi resmi sebagai modal dalam mencari pekerjaan.

“Terima kasih atas pelatihan ini. Semoga bermanfaat bagi kami, sebagai bekal mencari pekerjaan ke depannya,” kata Johar.

Program tersebut merupakan implementasi pilar pendidikan dalam TJSL yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan ketimpangan.

Baca Juga: Kapolda Sumut Perintahkan Kapolres Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal di Madina, AKBP Paloh Senyum

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur besar seperti ini harus membawa manfaat sebesar-besarnya. Dengan bekal kompetensi yang tepat, masyarakat lokal bisa terlibat aktif, bukan hanya menjadi penonton,” tambah Widya.

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan bersertifikat dan mampu bersaing di pasar kerja, sekaligus mendukung suksesnya proyek energi bersih di Indonesia.***