POJOKSATU.id, Kota Bandung - Ikon “nongkrong di atas jalan” Kota Bandung tampaknya sedang memasuki masa refleksi diri.

Pemerintah Kota Bandung serius mengkaji rencana pembongkaran dan desain ulang Teras Cihampelas, skywalk yang sejak 2017 jadi penanda kawasan belanja legendaris itu.

Wacana ini menguat setelah Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan sejalan dengan gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ingin merombak total skywalk tersebut.

Bukan wacana iseng, kajian dilakukan lintas perangkat daerah dan dibarengi peninjauan langsung ke lapangan.

Intinya, Pemkot menilai Teras Cihampelas menyimpan lebih banyak PR ketimbang solusi.

“Ada beberapa pertimbangan utama, di antaranya faktor keamanan, sosial, estetika kota, dan lalu lintas,” ujar Farhan, Rabu 24 Desember 2025.

Menurutnya, pembongkaran bukan berarti menghapus sejarah, tapi mencoba berdamai dengan kenyataan.

Teras Cihampelas dinilai perlu wajah baru agar kawasan ini kembali hidup dan relevan.

“Pembongkaran dan desain ulang untuk mempercantik kawasan Cihampelas, sehingga bisa menjadi ikon baru Kota Bandung,” katanya.

Penataan ulang ini juga bukan proyek tunggal.

Farhan memastikan seluruh Jalan Cihampelas akan disentuh, mulai dari trotoar, drainase, hingga penerangan jalan umum.

“Semua akan kita tata,” ucapnya singkat. Efisien, tanpa basa-basi.

Dari sisi keamanan, Kepala Satpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi mengungkapkan, meski dijaga 24 jam, Teras Cihampelas tetap rawan persoalan.

Desain skywalk saat ini dinilai kurang mendukung rasa aman, baik bagi pejalan kaki maupun aktivitas di bawahnya.

“Banyak terjadi tindakan yang melanggar norma kesusilaan di sana,” kata Bambang, blak-blakan.

Masalah lain datang dari urusan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyoroti minimnya pencahayaan di jalan bawah skywalk.

Bahkan, dalam beberapa kasus, ada benda jatuh dari atas ke badan jalan.

“Itu bisa membahayakan pengguna kendaraan bermotor,” ujarnya. Risiko ini jelas bukan sesuatu yang ingin dipelihara di kawasan padat wisata dan ekonomi.

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menegaskan langkah pembongkaran tidak bisa asal bongkar.

Semua harus lewat koridor hukum dan regulasi.

Pemkot kini mencari opsi terbaik agar penataan tetap sah dan minim gesekan sosial.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemilik bangunan dan pelaku usaha di sekitar,” jelasnya.

Sebagai catatan, Teras Cihampelas memiliki panjang sekitar 700 meter dengan 123 tiang penyangga.

Awalnya digadang-gadang sebagai solusi kemacetan dan ruang publik alternatif.

Namun waktu membuktikan, konsep besar tak selalu sejalan dengan kenyamanan di lapangan.

Kini, rencana pembongkaran dan desain ulang diposisikan sebagai momentum evaluasi besar.

Harapannya sederhana tapi berat, yaitu menghadirkan Cihampelas yang lebih manusiawi, aman, dan enak dipandang.