POJOKSATU.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung terus berupaya menekan kekerasan perempuan dan anak.

Diantaranya melalui program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Sekolah dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (Senandung Perdana).

Konselor Puspaga, Agus Budiman menyebutkan, upaya preventif dilakukan melalui berbagai upaya.

Baca Juga: Rekaman CCTV, Petugas Imigrasi Masuk Kamar Apartemen Bareng WN Korea lalu Ribut, Loh kok?

Diantaranya mengadakan Sekolah Keluarga, Ayah Nyentrik, dan Seruni sampai sosialisasi ke sekolah-sekolah dan dialog bersama warga.

Bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kasus adiksi pornografi, perselingkuhan, stress dan lain-lain bisa berkonsultasi lansung.

Caranya dengan lebih dulu mendaftar melalui akun Instagram Puspaga.

Baca Juga: Mantan Hakim MK: Soal Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, MK Tidak Punya Dasar yang Cukup Kuat

"Nanti oleh admin Puspaga akan mengarahkan apakah konsultasinya offline atau online," ujarnya, Jumat 27 Oktober 2023.

Sementara, Senandung Perdana merupakan sekolah dan layanan perlindungan yang melibatkan pencegahan dan penanganan kasus-kasus kekerasan.

Modulnya mencakup pola asuh anak, pendidikan reproduksi, serta konseling untuk mengatasi kekerasan berbasis gender.

Baca Juga: Ada Bukti di TKP, Petugas Imigrasi Dianiaya sebelum Dilempar WN Korea dari Lantai 19 Apartemen Metro Garden?

"Kami juga bekerjasama dengan Dinkes, Dinsos, Disdukcapil, Disdik, Diskominfo, Disnaker, RSUD Bandung Kiwari dan RSUD Kota Bandung," papar Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati.

Senandung Perdana bekerja sama dengan kewilayahan, seperti PUSPELL, PATBM, Posyandu, PKK, Forum anak, Forum RT RW dan Karang Taruna.

Untuk pelayanan korban dilaksanakan UPTD PPA, di Jalan Tera, Kota Bandung.

Program ini juga melibatkan masyarakat secara aktif, seperti melalui sekolah remaja dan pelatihan untuk calon orang tua.

Baca Juga: Trauma Ratusan Petugas Meninggal Pada 2019 Lalu KPU Jabar Perketat Perekrutan KPPS Pemilu 2024

Menurut Uum, pencegahan dan edukasi masyarakat adalah kunci untuk mengatasi kekerasan dan perlindungan anak.

"Senandung Perdana juga akan menyediakan layanan pelaporan elektronik untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kasus-kasus kekerasan," tandasnya.***