POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pengalihan kendaraan bensin ke listrik terus digaungkan.
Terlebih pemerintah kota Bandung sendiri mengaku budget pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional kendaraan cukup besar.
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pengalihan ini konsekuensi yang tidak bisa dihindari.
"Kalau ini memang salah satu konsekuensi yang memang kita tidak bisa hindari karena kebutuhan negara kita juga untuk kekuatan fiskal sekarang ini sedang dalam posisi lumayan kritis, walaupun harga BBM sekarang semakin naik dan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik juga semakin tinggi artinya intensif untuk masyarakat membeli kendaraan listrik kan sudah bukan karena ada keringan pajak," jelas Farhan.
Tetapi lanjut Farhan, karena ada manfaat lebih yang bisa didapatkan oleh masyarakat dengan adanya kendaraan listrik.
"Anda bisa bayangkan apabila anda masih menggunakan BBM berapa besar biayanya rata-rata gunakan kendaraan listrik lebih murah," ucapnya.
Untuk mempermudah masyarakat terkait pengisian energi listrik sendiri, Farhan mengaku sudah menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk mengadakan tempat pengisian energi listrik kendaraan.
"Saya kira-kira akan banyak bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberikan akses terhadap SPKL ini. Sedang dijajaki dan berapa besar biaya masih sangat murah ya itu mah, jadi insyaallah kerjasama akan sangat baik," tuturnya.
Kendaraan operasional pemerintah kota sendiri ucapnya untuk penggunaan BBM saat ini tidak bisa bio solar dan pertalite, namun untuk solar menggunakan dexlite dan pertamax untuk yang bensin.
Artinya Pemkot harus melakukan banyak efesiensi.
"Makanya hari Jumat ke kantor tidak pakai kendaraan ini lagi saya cari sebuah cara menunjukkan efektivitas tidak hanya seremonial," tegasnya.



