POJOKSATU.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, inflasi di Kota Bandung masih berada pada level aman menjelang Natal dan Tahun Baru.

Hal tersebut ia sampaikan pada Rakor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) 2025 di Bandung.

Farhan menjelaskan, kondisi terbaru harga dan pasokan pangan dalam kondisi stabil, khususnya jelang Nataru.

"Perkembangan alhamdulillah, inflasi terkendali, suplai terkendali," ujarnya.

Baca Juga: Export Coaching 2025 Ditutup, 29 UMKM Jabar Lolos ke Pasar Internasional

Farhan mengungkapkan, beberapa komoditas mengalami penyesuaian wajar akibat berbagai faktor.

"Cabai agak naik karena cuaca buruk tapi masih dalam range yang sangat dimaklumi, (harga) ayam naik sedikit. Inflasi diwaspadai karena masih di bawah 3 persen, jadi kita percaya diri tapi tidak mau berlebihan," kata Farhan.

Kendati demikan, Farhan memastikan tidak ada gangguan stok. Artinya, ketersediaan bahan pangan di Kota Bandung masih aman.

Baca Juga: Gibran Baru Sekali Tampil di Luar Negeri, Sudah Bagi-Bagi Bebas Visa, Pengusaha Afrika Langsung Tepuk Tangan!

"Produksinya berkurang sedikit, tidak ada stok yang terganggu alhamdulillah," katanya menambahkan.

Di sisi lain, guna menjaga suplai, Pemkot mempersiapkan berbagai langkah. Mulai dari pembagian benih tanaman hingga upaya menghadirkan ekonomi sirkular dengan memadukan tiga program andalan Pemkot Bandung: Buruan Sae, Kang Pisman, Dapur Dahsat.

"Ini kita akan segera melakukan peluncuran program ekonomi sirkular, menggabungkan Kang Pisman, Buruan Sae dengan Dapur Dahsat," jelas Farhan.

Baca Juga: Rekonduktoring SUTT 150 kV Kosambi Baru–Sukatani Berhasil Di-energize

Menurutnya, program-program ini sudah berjalan sejak lama, namun belum dikenali sebagai satu ekosistem program yang berkesinambungan.

"Sebetulnya (tiga program ini) sudah ada, tapi tidak pernah disadari sebagai sebuah rangkaian sirkular," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menyebut pentingnya akurasi data SP2KP sebagai dasar kebijakan nasional.

Baca Juga: Internet Rakyat Pilih Jepang, Bukan Telkom? Ya Mau Gimana, Teknologinya BUMN Belum Ada!

"Data SP2KP ini data yang terpercaya dan saya harap Bapak Ibu jangan sampai input data yang tidak benar," ujar Budi.

Ia mengingatkan, kualitas data berpengaruh langsung pada keputusan pemerintah.

"Kalau dari input data yang tidak benar, maka kebijakan yang kita tetapkan atau ketika itu kebijakan yang diambil, menjadi kebijakan yang keliru," katanya mengingatkan.

Baca Juga: Rp100 Ribu Dapat 100 Mbps? Internet Rakyat Kayak Ngegulingin Harga Pasar! Provider BUMN Ketar-Ketir?

Rakor SP2KP 2025 di diikuti sekitar lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Di antara peserta tersebut termasuk kontributor pencatat harga SP2KP dari beberapa daerah.

"Tadi dapat laporan dari Pak Dirjen bahwa ada sekitar 400 peserta yang hadir, dari berbagai wilayah. Bahkan saya dengar ada teman-teman kontributor dari Aceh dan Papua," ujar Mendag. ***