POJOKSATU.id, Kota Bandung - Satu tahun mempimpin kota Bandung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku sudah melakukan beberapa capaian.

Terutama yang ingin ia highlight adalah capaian statistik ekonomi yang dinilainya sangat baik.

"Pertama, pertumbuhan ekonomi mengikuti pertumbuhan Jawa Barat. Saat ini pertumbuhan ekonomi kita luar biasa, pasti di atas 5 persen. Kedua, inflasi juga terkendali dengan sangat baik, terus berada di bawah 3 persen. Kemudian, angka kemiskinan ekstrem turun. Namun ada risiko, yaitu warga yang pindah ke desil 6 sehingga tidak lagi mendapatkan PBI BPJS juga meningkat. Meski begitu, alhamdulillah sistem administrasi kita sangat rapi. Apabila masih ada warga di desil 1 sampai 5 tetapi belum terdaftar dalam PBI BPJS, itu bisa kita upayakan. Dalam masa transisi tersebut, kita juga memiliki program UHC.Secara fiskal kondisi masih sangat sehat," ujar Farhan kepada wartawan di Balai Kota.

Terlebih PAD meningkat secara signifikan, kata Farhan berkat bimbingan bapak Gubernur, belanja infrastruktur juga meningkat.

Namun tantangannya ketika anggaran infrastruktur jalan naik dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar, pihakya harus memastikan perencanaan matang agar anggaran Rp300 miliar itu benar-benar terserap.

"Jangan hanya besar di depan, tetapi tidak terpakai di belakang. Itu tidak boleh terjadi," tegasnya.

Masih kata dia, angka kemiskinan menurun yang berarti jumlah warga di desil 1–5 berkurang, namun perpindahan dari desil 4 dan 3 ke desil 2 dan 1 (sangat miskin dan miskin ekstrem) juga terjadi dan itu berbahaya.

"Mengapa? Karena rasio, gini kita walaupun turun dari 0,44 menjadi 0,42, masih cukup tinggi dan belum ideal, itu tantangan berikutnya," kata Farhan saat menjabarkan kinerja satu tahun memimpin Kota Bandung.