POJOKSATU.ID - Institut Teknologi Bandung selenggarakan kegiatan Expert Talk dengan tema 'Capaian Sektor Transportasi Udara 2015-2024' dengan tujuan evaluasi terhadap pencapaian yang telah diraih, tetapi juga memberikan masukan untuk rencana pembangunan ke depan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. I Gede Wenten mengatakan, adanya Expert Talk agar para pemangku kepentingan sektor transportasi udara mendapatkan masukan.

"Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat pengguna jasa transportasi, termasuk civitas academica terkait penyelenggaraan layanan transportasi udara," ucap Prof Wenten.

Acara ini menghadirkan empat pakar di bidang penerbangan, yaitu Direktur Utama AirNav Indonesia Ir. Polana Banguningsih Pramesti, M.Sc., Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim (K), Pengamat Transportasi Udara Gerry Soejatman, dan Dekan FTMD ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Diskusi ini dimoderatori oleh Maria Assegaf, seorang news anchor dari TV One.

Baca Juga: Fixed, Prabowo-Gibran Dilantik 20 Oktober 2024, Jumlah Kementerian Jadi 44, Ini Kemungkinan Daftar Nama Calon Menteri

Prof Wenten menekankan bahwa seminar ini sangat relevan dan strategis, mengingat diskusi ini membahas capaian transportasi udara dari tahun 2015 hingga 2024.

"Transportasi udara memiliki peran vital dalam mobilisasi barang dan manusia, mendukung perekonomian nasional, memperkuat pariwisata dan perdagangan, serta mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, terutama menghubungkan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia yang merupakan negara kepulauan," jelasnya.

Ia menggarisbawahi kemajuan signifikan sektor transportasi udara selama satu dekade terakhir, termasuk pembangunan dan pengembangan bandara di seluruh Indonesia, perluasan rute penerbangan domestik dan internasional, serta peningkatan regulasi keselamatan penerbangan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dr.(H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa Indonesia yakin transportasi udara akan terus menjadi sumber inspirasi dan inovasi.

Baca Juga: Beredar Video Mesum Sepasang Bule Berdurasi 29 Detik di Pantai Kuta Mandalika, Polisi : Pemeran dan Pengunggah Sudah Diidentifikasi

Dalam periode 2015-2024, Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam pengembangan bandara, teknologi navigasi, serta pelayanan operasional. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat transportasi udara yang terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

"Pembangunan sektor transportasi udara merupakan simbol kemajuan bangsa, mendorong pertumbuhan industri, membuka isolasi daerah terpencil, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah," kata Budi.

Meskipun banyak bandara di Indonesia telah memenuhi standar global, Budi menekankan bahwa Indonesia masih membutuhkan sumber daya manusia unggul serta perluasan layanan dan modernisasi teknologi untuk mendukung pengembangan lebih lanjut.

Capaian utama yang disoroti dalam acara ini adalah keberhasilan penyesuaian area layanan navigasi penerbangan atau Flight Information Region (FIR) di wilayah ruang udara Indonesia dan Singapura dan implementasi program jembatan udara dalam mengurangi disparitas harga bahan pokok di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Baca Juga: Terus Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa, PLN Bersama Kementan Luncurkan Model Pertanian Terpadu

Sementara itu, Dekan FTMD ITB Prof Tatacipta Dirgantara menyebutkan, bahwa sektor transportasi udara memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan nasional dan internasional.

"Selama satu dekade terakhir sektor transportasi udara telah mencapai banyak hasil, khususnya yang terkait dengan keselamatan penerbangan, kedaulatan wilayah udara, konektivitas jaringan transportasi udara, peningkatan kontribusi terhadap PDB, serta berbagai kebijakan yang merupakan landasan untuk perkembangan dalam dekade ke depan," tutupnya.***