POJOKSATU.id - 3 dari 112 siswa baru SDN 071 Sukagalih diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mendaftar melalui jalur non-PDBK (perpindahan orang tua, dan peserta didik berkebutuhan khusus).

Hal itu menjadi dilema bagi pihak sekolah. Sebab dari hasil asesmen Disdik, salah satu siswa baru kategori ABK direkomendasikan untuk disekolahkan di tempat lain.

Kepala SDN 071 Sukagalih, Ulan Sumilan, mengungkap, berdasarkan asasemen Didsik, ABK dimaksud untuk merobek kertas saja belum bisa.

Baca Juga: ASN Pemkot Bandung Ikrar Netral di 2024, Melanggar Berarti Kena Sanksi

"Emosi anak tersebut juga kurang stabil. Tapi karena ekonomi keluarganya juga kekurangan, rumahnya dekat dari sekolah, sehingga orang tuanya ingin sekolahkan anaknya di sini lewat jalur zonasi," ungkapnya.

Karena itu, pada MPLS di pekan kedua akan ada kembali asesmen dari Disdik Kota Bandung yang akan menentukan jumlah siswa ABK di sekolahnya.

"Saat ini yang baru terdeteksi 3 orang dan yang telah diasmen 1 orang. Anak tersebut terindikasi mengidap autisme," tuturnya.

Baca Juga: Komitmen Pembangunan, Pemkot Bandung Tambah Ruang Publik sekaligus Konservasi Mata Air

Menurutnya, perlu ada koordinasi lebih intensif antara sekolah dengan dinas terkait.

Apalagi dengan Kurikulum Merdeka saat ini, para guru dituntut untuk bisa mengelompokkan anak sesuai dengan kemampuan belajarnya.

"Anak kinestetik tentu berbeda cara belajarnya dengan anak audio. Berbeda lagi dengan anak visual. Para guru harus bisa menguasai keseluruhannya dan menyesuaikan dengan cara belajar siswa," paparnya.

Baca Juga: Pelaku KDRT Wanita Hamil Muda di Serpong Akhirnya Ditangkap, Begini Tampangnya

Saat ini, yang bisa dilakukan pihaknya hanya menerima anak tersebut.

Salah satu ABK di sekolah tersebut adalah M. Aldifi Tegarajasa yang masuk kategori ABK tuna daksa.

Menurut Ulan, sebenarnya Tegar hanya dibimbing sampai kelas 3. Tapi, akhirnya Tegar bisa lanjut sekolah sampai sekarang kelas 6.

Baca Juga: Korea Open 2023: Prayer Tantang Mantan Juara Dunia di Babak 16 Besar

"Dia di kelas menulis dengan kakinya. Tidak ada fasilitas khusus untuk Tegar. Meja dan kursinya sama dengan siswa yang lain. Sehingga dia menulis di kursi," kata dia.

Sementara, Maulana, orang tua salah satu siswa baru berharap MPLS yang akan dijalani putrinya selama 2 pekan ke depan lancar dan membuat anaknya bisa memiliki banyak teman.

"Tadi perkenalan guru dan lingkungan sekolah. Orang tua menunggu di area gerbang. Anak-anak diajak berkeliling membuat barisan seperti kereta api," imbuhnya.

Baca Juga: Peredaran Narkoba Melalui Jalur Ekpedisi Diungkap Polisi, Pengakuan Kurir Bikin Gemes

Terpisah, Amel salah satu siswa baru kelas 1 mengaku senang bisa bersekolah di SDN 071 Sukagalih.

Ia bahkan berani maju untuk nyanyi lagu "Satu-Satu Aku Sayang Ibu".

"Kemarin sekolah di TK Ar Rasyid. Aku ingin jadi dokter. Senang bisa masuk sekolah di sini. Soalnya ada teman dari TK yang sama,” kata Amel.***

Reporter : Arief Pratama