POJOKSATU.id - PT KAI Daop 2 Bandung merilis, sejak Januari hingga 16 Oktober 2024, ada 37 orang korban menemper kereta api. Diantaranya 12 orang luka-luka dan 26 orang meninggal di tempat.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi menyebutkan, kendaraan menemper kereta api ada 17 dengan jumlah korban luka-luka 6 orang dan meninggal di tempat 8 orang.

"Hari ini kembali terjadi orang tertemper kereta api di Pintu Perlintasan Gedebage, ada bapak beserta anaknya menyebrang pintu perlintasan yang sudah tertutup," kata Ayep, Rabu.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Meutya Hafid, Dari Jurnalis yang Pernah Disandera di Irak Hingga Akhirnya Jadi Menteri Komunikasi dan Informatika

Berdasarkan informasi yang diterima, sang anak meninggal di tempat sementara bapaknya mengalami luka-luka dan telah dibawa ke RS Ujung Berung.

Sebelumnya, pada Selasa 15 Oktober 2024 seseorang tertemper kereta api di perlintasan sebidang JPL Laswi.

"Kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api. Aktivitas di sekitar jalur rel sangatlah berbahaya dan dapat menimbulkan risiko kecelakaan," tegasnya.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Abdul Mu’ti, Amanah Tugas di Dunia Pendidikan, Fokus Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Ayep Hanapi menjelaskan Kereta Api Commuter Line Bandung Raya (PLB 345B) tertemper seorang pejalan kaki di perlintasan sebidang JPL Laswi KM 158+300 petak jalan Kiaracondong - Bandung pada Selasa (15/10) pukul 17.42 WIB.

Masinis KA Commuter Line Bandung Raya (PLB 345B) melaporkan ke Pusat Pengendali Kereta Api terkait kejadian ini, dan melakukan Berhenti Luar Biasa sesaat di petak jalan tersebut untuk melakukan pemeriksaan lokomotif dan rangkaian.

"Setelah dinyatakan aman, KA CL Bandung Raya kembali melanjutkan perjalanan ke stasiun berikutnya," jelas Ayep.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro, Pernah Jadi Dirjen Dikti, Kini Ditunjuk Jadi Menteri Pendidikan Tinggi di Kabinet Prabowo

Ayep menjelaskan bahwa sesuai prosedur, masinis sudah membunyikan semboyan 35 berupa seruling lokomotif saat mengetahui ada orang didepannya.

Namun seruling lokomotif tersebut tidak didengarnya, sehingga kejadian Kereta Api tertemper seorang pejalan kaki tidak dapat dihindari lagi.

"Korban berjenis kelamin laki-laki inisial DB warga Jalan Kacapiring Dalam RT.7 RW.3 mengalami luka berat dan sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat bersama instansi terkait dibawa ke RS Sartika Asih," jelas Ayep.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi area rel, yang bukan hanya area terlarang tetapi juga sangat berisiko.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro, Pernah Jadi Dirjen Dikti, Kini Ditunjuk Jadi Menteri Pendidikan Tinggi di Kabinet Prabowo

PT KAI Daop 2 memastikan operasional kereta api berjalan aman dan lancar, namun keselamatan publik juga sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat untuk tidak berada di area berbahaya tersebut.

 

Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel Kereta:

1. Kereta api bergerak dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Saat seseorang berada di jalur rel, pengemudi kereta tidak memiliki cukup waktu untuk menghentikan laju kereta secara mendadak.

2. Kereta api sering kali tidak terdengar dari jarak jauh, dan suara-suara sekitar dapat menutupi keberadaan kereta hingga terlambat disadari.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Yassierli, Calon Menteri Riset di Kabinet Prabowo Gibran

3. Jalur rel adalah area terbatas yang diatur oleh undang-undang. Masuk dan beraktivitas di area ini tanpa izin tidak hanya berbahaya, tetapi juga melanggar hukum.

 

Langkah Pencegahan dan Edukasi

PT KAI Daop 2 mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain dengan menghindari aktivitas di jalur rel.

Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Profil Nasaruddin Umar, Menteri Agama dalam Kabinet Prabowo

""Kami juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan di area-area yang rawan terjadi pelanggaran," ungkapnya.

Ayep menyatakan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jalur rel kereta api.

"Keselamatan publik adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat dapat mematuhi aturan dan imbauan ini demi mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang," tutupnya.***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

VERSI ANDROID

VERSI iOS