POJOKSATU.ID – Jumlah saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan signifikan sebesar 53% dalam lima tahun terakhir, dari 429 saham pada 2019 menjadi 656 saham pada 2024.

Jumlah investor syariah juga melonjak 147% dalam periode yang sama, dari 68.599 investor menjadi 169.397 investor.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, Self-Regulatory Organizations (SRO) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meresmikan Centre of Research for Islamic Capital Market Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI.

Pusat riset ini merupakan yang pertama di Indonesia dan bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian akademis dan praktik industri dalam pengembangan pasar modal syariah.

Baca Juga: 5 Keutamaan Bulan Sya`ban dalam Islam: Waktu Terbaik Mempersiapkan Diri untuk Menyambut Ramadan

Seremoni peresmian yang berlangsung di Auditorium FPEB UPI ini dihadiri oleh Wakil Rektor UPI Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P., Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, Direktur Utama BEI Iman Rachman, Direktur Utama PT Phillip Sekuritas Indonesia Daniel Tedja, serta Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pendirian pusat riset ini melengkapi peran Galeri Investasi Syariah BEI (GIS BEI) yang sudah ada di FPEB UPI.

"Dengan adanya Centre of Research for Islamic Capital Market ini, GIS BEI tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi tetapi juga pusat penelitian pasar modal syariah," ujarnya.

Wakil Rektor UPI Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P. menyambut baik inisiatif ini dan berharap pusat riset tersebut dapat mendorong inovasi dalam industri pasar modal syariah.

"Selain menjadi wadah akademik, pusat riset ini juga berperan dalam inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi pasar modal syariah," katanya.

Baca Juga: Chef Rudy Choirudin Gantikan Arnold Poernomo Sebagai Juri Master Chef Indonesia Season 12

Dalam rangkaian acara peresmian, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga memberikan kuliah umum bertema Capital Market for Sustainable Economic Growth in Indonesia di hadapan lebih dari 300 mahasiswa FPEB UPI.

Ia menekankan pentingnya pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta mengajak sivitas akademika untuk berinvestasi dengan strategi yang matang.

Perkembangan positif pasar modal syariah juga tercermin dari dominasinya di pasar saham Indonesia. Per 31 Januari 2025, kapitalisasi pasar saham syariah menguasai 55% dari total kapitalisasi pasar saham nasional, dengan nilai transaksi hariannya juga mencapai 55% dari total rata-rata transaksi harian saham di BEI.

Dengan diresmikannya Centre of Research for Islamic Capital Market FPEB UPI, BEI dan SRO berharap dapat mendorong hadirnya inovasi baru yang memperkuat ekosistem pasar modal syariah serta meningkatkan inklusivitas industri bagi masyarakat Indonesia ***