POJOKSATU.id - Tak kurang dari Rp36 miliar akan digelontorkan Pemerintah Kota Cimahi untuk pembebasan lahan pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Upaya ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan anggaran tersebut untuk membebaskan lahan seluas 3.000 meter persegi.
Baca Juga: Pengacara Tak Hadir, Sidang Nadiem Makarim Ditunda hingga 27 April 2026
Lahan tersebut terbentang di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Baros, melintasi perlintasan sebidang kereta api.
"Lahannya sekitar 3.000 meter yang terdampak, ada yang punya TNI, kemudian ada kantor pos, kantor PT Telkom, Mess Kodiklat, semua dialokasikan segitu," kata Ngatiyana, dikutip Pojoksatu.id dari laman PPID Pemkot Cimahi, Kamis 23 April 2026.
Sementara pembangunan Underpass Gatot Subroto itu sepenuhnya dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat status Jalan Gatot Subroto dan Jalan Baros merupakan milik provinsi.
Baca Juga: Jakarta Gelap 1 Jam Saat Hari Bumi 2026, Ini Jadwal dan Lokasi Pemadaman Lampu
"Sekarang kita sedang menunggu lelang, karena nanti yang membangun (underpass) itu dari provinsi," ujar dia.
"Kalau kita hanya untuk pembebasan lahannya saja, mudah-mudahan di bulan Mei atau Juni sudah bisa dilaksanakan fisiknya," sambung Ngatiyana.
Nantinya akan ada rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan selama pembangunan Underpass Gatot Subroto.
Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, BMKG Tegaskan Bukan yang Terparah 30 Tahun
Skema rekayasa sudah disiapkan kepolisian dan Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Cimahi.
"Kita sudah siapkan semuanya, komunikasi dengan Kodam, Provinsi Jawa Barat, sampai Mabes AD terus dijalin. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan," kata Ngatiyana.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Maria Fitriana mengatakan proyek underpass tersebut sepenuhnya dikerjakan dan didanai Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pengerjaan diprediksi berlangsung selama 10 bulan hingga Desember 2026, dengan anggaran sebesar Rp100 miliar.
"Targetnya itu provinsi selesai pengerjaan di Desember 2026, sekitar 10 bulan. Semua anggaran itu dari sana, kita hanya pembebasan lahan," kata Maria.***




