POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan rotasi mutasi 4 pejabat Pemkot Bandung.

Keempat pejabat tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Yayan A Brliana dirotasi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Andri Darusman dari Disnaker menjadi Kepala Badan Kebangsaan dan politik (Kesbangpol), Henrico sebagai Sekertaris Bapenda menggantikan Yayan menjadi Kadis Kominfo Dan keempat Agus dari Badan Keuangan dan Aset Daerah III (BKAD) menjadi asisten daerah III.

"Untuk BKAD masih sama pak Agus sambil mencari talenta kepala BKAD. Ini penyegaran organisasi pak Enrico masuk ke diskominfo menjadi tantangan besar, tahun kedua pemerintah saya ini menuntut pembuktian. Dasar sudah ditempatkan tinggal pembuktian seperti apa, dan sebagai bagian government PR harus bisa mengkomunikasikan dengan sangat baik dengan membangun narasi-narasi transparansi dan dimengerti oleh warga secara keseluruhan," jelas Farhan di Balai Kota, Senin 23 Febuari 2026.

Catatan untuk kepala Disnaker yang baru atau Yayan, Farhan berpesan agar bisa memastikan kualitas penempatan kerja.

Karena menurut dia turunnya tingkat pengangguran terbuka sekarang ini masuk sektor informal.

"Walaupun sektor informal sedang berkibar tapi kualitas penempatan kerja itu sangat dibutuhkan dari berapa banyak jumlah orang masuk ke sektor formal karena menyangkut masalah kepastian kerja dari tenaga kerja yang ada," jelasnya.

Ia juga meminta Disnaker kedepan memberikan inovasi pelatihan tenaga kerja baik terkait event atau job fair sehingga tepat sasaran.

Dan agar menjaga hubungan sangat baik antara pemkot dengan berbagai pihak menyangkut ketenagakerjaan baik para tenaga kerja ataupun aosiasi aosiasi pengusaha.

Disinggung kasus warga kota Bandung terlantar di daerah lain dan dibantu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Farhan langsung mengintruksikan Kadisnaker untuk melakukan tindakan.

"Mangga jadi PR, dan haturnuhun pak gubernur sudah menyelamatkan warga kami. Ya itu saya tekan kan harus ada inovatif dalam rangka penempatan kerja yang tidak hanya mengejar kuantitas tapi juga kualitas. Dan juga tidak hanya mengelar job fair tapi yang ada trobosannya. Nah ini bagian antisipasi jangan sampai warga Bandung menjadi korban," ujarnya.

Begitupun pesan untuk Kadis Kominfo yang baru, menurut Farhan paling penting bagaimana bisa menjalin hubungan sangat baik dengan semua pihak baik yang menyangkut Kominfo.

Untuk government PR sendiri diakuinya bujan pekerjaaan yang ringan sama sekali, terutama menyangkut media atau pihak lain termasuk kelompok masyarakat yang memiliki perhatian khusus kinerja pemkot Bandung.

"Secara teknis menurunkan kabel udara ke bawah tanah tanpa menganggu mobilitas masyarakat, hal ini harus diperhatikan dengan sangat baik. Kita butuh menurunkan kabel tapi tidak butuh macetnya, pekerjaan tidak ringan menjaga hubungan baik dalam kerangka penurunan kabel dengan provinsi, apjatel, dan pelaksanaan BUMD atau BII," ucapnya.

"Dua hal penting di perhatikan, mesti dilihat dunia digital, khususnya pengamanan siber security, tantangan besar karena dalam keadaan sekarang tidak boleh nyaman, siapapun dalam kondisi sekarang bisa melakukan disktrusi dalam pengamanan siber security," tegasnya.