POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bandara Husein Sastranegara dua tahun ini tepatnya sejak April 2024 turun kasta menjadi bandara domestik bahkan ditutup beroperasi kini kembali naik kasta menjadi bandara
Internasional Husein Sastranegara Bandung.

"Resminya sekarang menjadi Bandara Internasional Husien Sastanegara Bandung, belakangnya pakai Bandung. Nama resmi dari Angkasa Pura dari In Journey BUMN," jelas Farhan usai memberikan Sambutan pada Kegiatan Rembuk Kota Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Ketenagakerjaan Di Tengah Gejolak : Respons Kota Bandung Terhadap Krisis Nilai Tukar, Tarif Global, dan Ancaman Badai PHK”, Rabu 15 Juli 2026.

Hal ini menyusul segeranya reaktivasi bandara Husein Sastranegara yang rencana akan dibuka pada 6 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga: Pertamina Datangkan 45,9 Ribu Ton LPG dari AS, Pasokan Energi Nasional Diperkuat hingga Jutaan Tabung
 
"Kita lagi menunggu tentang kepastian dari jadwal penerbangan masing-masing maskapai. Karena bagaimanapun juga mereka menunggu izin dari dirjen. Kalau rencana memang banyak lah ya. Ada 10 atau 11 destinasi gitu. Termasuk dua internasional Singapura dan Malaysia," bebernya.

Perubahan nama tersebut menurut Farhan untuk memudahkan warga luar kota Bandung bahwa bandara di kota Bandung masih ada aktif dan dekat.

"Saat ini kan orang luar itu beranggapan ke bandara Bandung itu jauh karena ke BIJB Kertajati Majalengka. Dan bandara Husein itu dikenalnya sepi bahkan sudah tutup, nah dengan nama baru ini membantahnya kan," ucap Farhan.

Baca Juga: STIE Kusuma Negara, Kampus Ekonomi Bersejarah yang Konsisten Cetak Lulusan Siap Hadapi Era Global

Menyambut reaktivasi pemkot Bandung diakuinya sudah siap secara pekerjaan sipil, jalan-jalan akses menuju bandara sudah diperbaiki.

Kemudian untuk pengelolaan parkir dari Lanud Husen sudah bekerja sama dengan pihak pengelola parkir khusus.

Saat ini tinggal memastikan desain branding Kota Bandung di Bandara dan juga kemungkinan untuk mencari mitra layanan shuttle.

Baca Juga: Pengamat Soroti Penilaian S dan P soal Peran DSI Optimalisasi Penerimaan Negara
 
"Shuttle itu kan banyak konsekuensinya gitu. Mulai dari siapa operatornya, berapa banyak, daya tampung, shuttlenya kemana aja. Nah itu kan hal-hal yang perlu kita tawarkan kepada mitra-mitra swasta," ujarnya.
 
Untuk desain branding sendiri tidak ada kata Farhan pihaknya ingin membuat pendatang saat turun dari pesawat merasakan, melihat, dan menikmati suasana kota Bandung.
 
Disinggung permasalahan sampah disekitar bandara kata Farhan pihaknya sedang menertibkan begitupun masalah keamanan.***