POJOKSATU.ID – Pemerintah mulai merealisasikan program relokasi warga yang tinggal di kawasan tidak layak huni, termasuk kolong jembatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati), Kota Bandung.
Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) akan dipindahkan ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Rancaekek dan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan relokasi ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga.
"Kami menyiapkan 116 hunian dengan fasilitas pendukung, pemberdayaan ekonomi, taman bacaan, dan area bermain anak. Relokasi ini bukan sekadar memindahkan warga, tetapi memastikan mereka mendapat kehidupan yang lebih baik," kata Maruarar saat meninjau lokasi relokasi di Kota Bandung, Rabu (5/12).
Maruarar juga memastikan program ini dilengkapi analisis faktual untuk memverifikasi warga yang benar-benar membutuhkan. Fasilitas sosial, pendidikan, dan kesehatan di area relokasi dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mendorong kemandirian ekonomi warga.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan pemerintah memberikan bantuan pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama, disertai fasilitasi kependudukan agar warga terhindar dari kendala administrasi.
"Kami juga menyediakan peluang wirausaha dan akses modal bagi mereka agar mandiri secara ekonomi," ujarnya.
Warga terdampak menyambut positif program ini. Susanti Sundari (35), warga RT 08 RW 15, mengaku bersyukur mendapatkan hunian baru di Rancaekek setelah 15 tahun tinggal di lahan sempit berukuran 3x5 meter di kolong Pasupati.
"Alhamdulillah, kami dapat rumah dan bantuan dari pemerintah. Ini membawa harapan baru," katanya.
Proses relokasi ditargetkan mulai akhir bulan ini dengan prioritas pada warga yang terverifikasi membutuhkan. Pemerintah juga berkomitmen terus memonitor kebutuhan dasar warga pasca-relokasi melalui kerja sama lintas sektor.
Caption: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat mengunjungi rumah-rumah warga..***



