POJOKSATU.ID - Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyampaikan The 5th International Conference on Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE 2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan kolaborasi internasional di bidang infrastruktur berkelanjutan.

"Atas nama Institut Teknologi Bandung, kami berharap konferensi ini menjadi sarana luar biasa dalam pertukaran pengetahuan dan kolaborasi global," tutur Rektor ITB.

Baca Juga: Perkuat Respons Cepat, Pemprov Jabar Siapkan Lima Pusat Komando Bencana di Daerah

Beliau menambahkan bahwa dengan lebih dari 180 presentasi dan sesi kolaborasi dari berbagai negara, SIBE menjadi cerminan nyata semangat in harmonia progressio, yakni kemajuan yang dicapai melalui harmoni ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemanusiaan.

"Kami meyakini bahwa sumber daya manusia dan keberlanjutan adalah pusat dari kemajuan. Kami berkomitmen untuk menumbuhkan pemimpin, insinyur, dan pemikir yang mampu mengubah pengetahuan menjadi dampak nyata, serta menjadikan inovasi sebagai pengabdian bagi kemanusiaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor ITB menegaskan bahwa ITB akan terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan dan kolaborasi, tempat akademisi, pemerintah, dan industri bekerja bersama untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dan aman bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Perkuat Respons Cepat, Pemprov Jabar Siapkan Lima Pusat Komando Bencana di Daerah

Sebagai penyelenggara utama, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Dr. Eng. Nita Yuanita, S.T., M.T., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi bukti nyata kontribusi FTSL dalam mengintegrasikan riset akademik dan praktik profesional untuk menjawab tantangan infrastruktur masa depan.

Sementara itu, Ketua SIBE 2025, Prof. Ir. Indratmo, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa konferensi ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan.

"Keberlanjutan mencakup pengelolaan sumber daya air, konservasi di wilayah hulu, penerapan green building, serta pemanfaatan material ramah lingkungan berbasis potensi lokal," ujar Prof. Indratmo.

Baca Juga: LENGKAP! Ringkasan Materi Teks Pidato Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 Kurikulum Merdeka

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ilmiah lintas negara dan lintas disiplin yang terjalin dalam SIBE 2025 merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga transisi energi.

"Melalui riset dan kerja sama internasional, kita membangun solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan bagi generasi masa depan," tutupnya. ***