POJOKSATU.ID - QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu inovasi strategis yang dikembangkan BI sejak 2019 dan kini telah menjadi game changer dalam transaksi nontunai nasional.
Saat ini, QRIS di Jawa Barat terus menunjukkan pertumbuhan pesat.
Tercatat, jumlah pengguna QRIS mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 22% dari total nasional, sementara jumlah merchant telah menembus 8,7 juta atau 21% pangsa nasional.
Baca Juga: Jelang Akhir 2025, KDM Tancap Gas Percepat Pembangunan Infrastruktur Jabar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, mengatakan, sepanjang periode yang sama, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,59 miliar transaksi dengan pertumbuhan 213,39 persen (year-on-year), sedangkan nominal transaksinya mencapai Rp148,95 triliun, tumbuh 139,87 persen (year-on-year).
"Capaian tersebut menegaskan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan adopsi QRIS tertinggi di Indonesia, sekaligus menjadi barometer perkembangan ekonomi digital nasional," kata Muhamamd Nur.
Saat ini, adanya pengembangan QRIS TAP terbaru dari sistem QRIS yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC).
Dengan QRIS TAP, transaksi hanya membutuhkan waktu sekitar 0,3 detik, memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih cepat, efisien, dan handal, sekaligus memperkuat keamanan data melalui transfer jarak dekat.
Inovasi ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan dan efisiensi digital di berbagai sektor, mulai dari transportasi publik hingga pusat perbelanjaan modern, sejalan dengan komitmen Bank Indonesia mewujudkan visi Asta Cita, khususnya visi kedua: kemandirian bangsa, melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat integrasi layanan publik melalui kolaborasi digital lintas sektor.
Baca Juga: 503 Ribu Rekening Dijarah, Rp 7,5 Triliun Amblas Lah, Kok Kita Baru Ngeh Pas Udah Habis?
"Penerapan QRIS TAP menjadi simbol nyata sinergi antara transformasi digital dan pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan serta transparansi bagi masyarakat," kata Budi Kurnia.
Inisiatif ini bukan hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menegaskan arah transformasi menuju ekosistem transportasi publik yang cerdas dan inklusif.
Pada sektor ritel, melalui program Mall SIAP (Sehat, Inovatif, Aman, Pakai) QRIS TAP, Trans Studio Mall (TSM) Bandung menjadi mall pertama di Jawa Barat yang mengimplementasikan sistem pembayaran QRIS TAP di lingkungan ritel.
Kehadiran program ini menandai integrasi nyata ekosistem pembayaran digital lintas sektor, mulai dari sarana publik yaitu transportasi hingga ritel belanja harian.
Hal ini mewujudkan end-to-end digital journey bagi masyarakat.***



