POJOKSATU.ID - Bio Soltamax adalah pupuk organik asal Kota Bandung yang berhasil tembus ke-13 negara, dan tengah bersiap membidik pasar negara-negara Afrika.

Wakil Direktur Utama PT Solusi Tani Makmur, Mulki Mulyana mengatakan, ke-13 negara tersebut diantaranya Amerika Serikat, Lithuania, Turki, Belanda, Libya, Nigeria Mozambik, Malaysia, Myanmar, Thailand Korsel Jepang dan Timor Leste.

"Data dari Nigeria Mozambik, hasil pertanian mereka naik dari 4 ton menjadi 7 ton," kata Mulki kepada wartawan di Bandung.

Baca Juga: Dipimpin Legimin Raharjo, PSMS Medan Memulai Latihan Perdana Tanpa Kehadiran Nil Maizar

Selain Afrika, Mulki siap merambah pasar Asia. Untuk Eropa, Sedangkan, Eropa harus melalui uji kelayakan terlebih dahulu.

"Meskipun produk kita sudah punya sertifikat organik dari lembaga di Indonesia, tapi buat masuk ke Eropa itu tetap tidak bisa sembarangan," jelasnya.

Perlu diketahui, Bio Soltamax awalnya berbentuk cair yang diubah menjadi bentuk padat berbentuk briket. Pupuk organik ini berguna untuk pembenahan tanah, di mana dari satu pupuk briket ini mengandung miliaran mikroba yang secara prinsip dengan teknologi akan tumbuh dan berkembang ketika ketemu dengan air.

Pupuk ini juga bisa menekan penggunaan kimia berlebihan hingga 100 persen. Unsur-unsur yang ada terkandung di dalam pupuk ini ini untuk memperbaiki tanah yang sudah rusak dengan banyaknya unsur kimia yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga: Pencairan TPG TW II dan Tambahan 100 Persen CAIR per 1 Juli 2024! Surabaya Sudah Cair, Cek Daerah Anda di Sini

Pupuk organik ini sudah diterapkan ini hampir seluruh Indonesia, baik melalui petani-petani secara langsung ataupun melalui perusahaan-perusahaan. Pemerintah juga sudah dua kali pengadaan pupuk ini di Batam.

"Untuk ukuran sekecil ini bisa digunakan satu kali dalam satu hektar," katanya.

Menurutnya, dengan menggunakan pupuk ini bisa meningkatkan hasil panen Berdasarkan jenis tanaman kenaikan hasil panen antara 20% sampai 60 persen, padi jagung dan sejenisnya mencapai 15-31%, tanaman hortikultura seperti sayuran umbi-umbian 21-34%.

"Nah, kalau untuk timun, cabe dan lain-lain itu bisa 50 sampai 70%, kalau sawit dan kurma itu 36 sampai 42%," ujarnya.

Baca Juga: FORKI Kabupaten Cirebon Raih 2 Emas, 8 Perak, dan 12 Perunggu, Tempati Peringkat 11 di Cirebon Open Karate Championship Sirkuit II Jawa Barat 2024

Adapun, Operation Manager PT Solusi Tani Makmur Muhammad Yasan menambahkan dalam menggarap pasar domestik, pihaknya terus kerjasama dengan kelompok-kelompok tani, koperasi, korporasi bahkan B to B yang bisa menjadi agen-agen di seluruh Indonesia.

Saat ini lebih fokus menggarap pasar ekspor, karena produk ini sudah terbukti bahkan dari Bank Indonesia sudah ada UMKM Hijau dan sudah lolos kurasi UMKM Hijau.

"Karena produk kami benar-benar green product secara tadi transportasi bisa mengurangi emisi gas buang dan menguri 75 persen pupuk kimia dan membantu meredam pemanasan global karena diakibatkan oleh industri pertanian," ungkapnya.

Selanjutkan, pihaknya sudah difasilitasi oleh Kemenlu pada September 2024 nanti ada Asia-Afrika Forum di Bali.

"Insyaallah kami didorong untuk berpartisipasi di gelaran tersebut karena potensi dari negara-negara Afrika terhadap produk ini sangat besar. Nah, itu yang sedang kita bidik ke depannya pasar potensial itu yang sedang kita kerjakan," pungkasnya. ***