POJOKSATU.ID, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memperkenalkan inovasi baru berupa penggunaan bantalan sintetis ramah lingkungan pada rel kereta api sebagai bagian dari persiapan menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Langkah ini bertujuan mendukung operasional yang berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Executive Vice President KAI Daop 2 Bandung, Dicky Eka Priandana, menjelaskan bahwa bantalan sintetis ini menggantikan bantalan kayu pada jembatan baja yang selama ini bergantung pada sumber daya hutan.

Bantalan tersebut terbuat dari bahan daur ulang dengan daya tahan lebih tinggi, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan tidak memerlukan penebangan pohon.

Baca Juga: Viral Pengantin Wanita Meninggal Usai Ijab Kabul, Janur Kuning Diganti Bendera Kuning

"Bantalan sintetis merupakan inovasi ramah lingkungan yang lebih kuat, tahan lama, serta efisien. Dengan ini, kami dapat mengurangi deforestasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan," ujar Dicky, Jumat (6/12).

Dicky menambahkan, hingga saat ini, sebanyak 1.896 bantalan sintetis telah terpasang di wilayah operasional Daop 2 Bandung. Proses pemasangan ditargetkan selesai sebelum masa angkutan Nataru, yang berlangsung pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

Penggunaan bantalan sintetis juga diharapkan dapat menekan biaya perawatan jangka panjang berkat masa pakainya yang lebih panjang dibandingkan bantalan kayu.

Selain itu, inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis PT KAI dalam mendorong transportasi ramah lingkungan di Indonesia.

Baca Juga: Resmi Megundurkan Diri dari Utusan Khusus Presiden, Ternyata Ini Tugas Miftah Maulana Sebelumnya

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menciptakan operasional transportasi yang ramah lingkungan. Ini adalah bagian dari visi KAI dalam mendukung kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” tegasnya.

Keunggulan bantalan sintetis meliputi ramah lingkungan karena terbuat dari material daur ulang, daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem, dan efisiensi biaya perawatan.

Dicky juga mengajak semua pihak untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui inovasi ini.

PT KAI memastikan bahwa berbagai upaya keberlanjutan akan terus diimplementasikan sebagai bagian dari pengembangan transportasi berbasis ramah lingkungan.***