POJOKSATU.ID- Kasus pria tergelantung di flyover Cimindi Bandung diduga bukanlah korban bunuh diri, melainkan korban pembunuhan. Sebab kejanggalan mulut dan mata ditutup lakban seakan itu sebagai pesan.

Pria yang mengenakan sweater abu kehitaman dengan posisi menjuntai. Dari sepatu hingga celana, pria itu terlihat mengenakan serba hitam.

Dalam unggahan akun X @shittycircle yang memperlihatkan kondisi jasad pria saat tergantung di tepi jembatan.

Pengunggah pun mengaku gemetar saat kali pertama melihat jasad pria yang menggantung di tepi jembatan itu.

Baca Juga: Serunya Samenan di SDN Gadog 2 Tamansari Bogor, Unik Ada Raja dan Ratu Pilihan, 71 Siswa DInyatakan Lulus, Jadi Pemersatu Warga dan Sekolah

"Content warning. turut berduka untuk korban dan keluarga. gemeter gue liatnya," tulis akun tersebut.

Akun tersebut menduga jasad pria tersebut adalah korban pembunuhan. "Eh demi Allah ini kayanya korban dibunuh????," katanya.

Meski demikian beberapa warganet mengunggah bukti dugaan yang mengklaim jasad pria itu melakukan aksi bunuh diri. Seperti pernyataan akun X @bawakalemm yang menyatakan ragu soal jasad pria tersebut, entah dibunuh atau bunuh diri.

"Kayanya engga (dibunuh) tp gatau," ujarnya.

Akun @bawakalemm juga memposting sebuah pesan yang diduga ditulis oleh jasad pria tersebut. Sebab, pesan yang tertulis di karton warna cokelat itu seakan berisi permintaan jasad pria. Bahkan dalam pesan itu tertulis nama ayah dan ibu jasad pria.

Baca Juga: Jasad Pria Tergelantung di Flyover Cimindi, Kondisi Mata dan Mulut Ditutup Lakban

"Tolong anterin ke RS Immanuel. Orang tua saya bekerja di sana. A.N Bpk ST dan ENH (inisial)", demikian pesan yang diduga ditulis oleh jasad pria di tepi jembatan.

Dengan adanya pesan itu, banyak warganet yang menduga jasad pria tersebut melakukan aksi bunuh diri.

"Apa bundir? Dan dia mau jasadnya diliat ortunya yg kerja di rs itu?" tulis @sukakenta***.

Menurut Pawas Polsek Andir Iptu Ano Somarno, saat menerima informasi temuan jasad pria, ia langsung ke lokasi. Setelah itu, petugas gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, PMI dan kepolosian mengevakuasi jasad.

Untuk mengevakuasi jasad, petugas gabungan membutuhkan waktu hingga 30 menit. Saat ini jasad juga telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih.***