POJOKSATU.id, Kota Bandung - Ketua RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis, Nusaptaji menyebutkan, Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) menjawab kebutuhan warga yang belum tercover bantuan sosial reguler.
“Karena masih ada warga yang belum tercover bantuan sosial. Kami bisa mengusulkan agar mereka mendapat bantuan melalui Prakarsa ini,,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum program berjalan, kondisi lingkungan masih kurang tertata.
Kini jalan lingkungan lebih rapi, akses lebih nyaman, dan warga lebih leluasa beraktivitas.
Pembangunan berbasis data LACI RW dinilai membuat program tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Sri Asih, salah satu lansia penerima bantuan mengaku sangat terbantu. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bandung atas perhatian kepada warga lanjut usia.
“Alhamdulillah terbantu sekali. Harapannya bantuan bisa lebih intensif lagi, terutama untuk lansia yang membutuhkan setiap bulan,” tuturnya.
Kisah serupa datang dari warga RW 06 Kelurahan Cihaurgeulis lainnya yang merasakan dampak perbaikan jalan lingkungan.
Jalan yang sebelumnya rusak kini lebih nyaman dilalui pejalan kaki maupun pengendara motor.
Mereka berharap pemerataan pembangunan terus berlanjut.
Sementara itu, di Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Prakarsa menjawab isu stunting melalui Program Balur (Bantuan Ayam Petelur).
Ketua RW 09 Kelurahan Pasirbiru, Irwan Budyawan menjelaskan, program ini menyasar anak yang terdeteksi dan terindikasi stunting agar mendapat asupan protein hewani yang cukup.
“Balur bertujuan meningkatkan konsumsi protein hewani dan ketahanan pangan keluarga. Ini bukan hanya intervensi kesehatan, tapi kontribusi nyata meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.
Ia menilai program Prakarsa yang ideal adalah program yang inovatif, tepat sasaran, berbasis data valid, terukur, dan berkelanjutan.
Dampaknya mulai terlihat melalui peningkatan aktivitas Posyandu, pemantauan tumbuh kembang anak yang lebih rutin, serta perubahan perilaku keluarga menuju pola makan sehat.
Warga RW 09 Kelurahan Pasirbiru, Iim Mulyati menilai kegiatan Posyandu semakin hidup.
“Alhamdulillah dengan adanya program Balur ini menambah kegiatan Posyandu dan sangat bermanfaat bagi balita stunting. Semoga terus berlanjut,” ujarnya.



