POJOKSATU.id, BANDUNG-- Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengunjungi kawasan terdampak banjir di Solokanjeruk dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (22/11/2024).
Banjir yang merendam sejumlah wilayah tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan tanggul sungai jebol.
Bey mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi warga terdampak, termasuk keluarga korban yang hilang akibat terbawa arus banjir.
“Saya sudah melihat langsung dampak banjir di Majalaya dan Dayeuhkolot. Di Majalaya ada tiga rumah rusak, dan di Dayeuhkolot banjir masih menggenang. Wilayah ini memang rawan banjir jika hujan deras, meskipun airnya biasanya cepat surut,” ujar Bey.
Salah satu korban banjir adalah Julaeha, seorang wanita paruh baya, yang hilang terseret arus Sungai Citarum di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian.
“Kami terus berkoordinasi dengan BASARNAS, BPBD, dan TNI/Polri agar pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Saya juga sudah menemui keluarga korban dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk membantu penanganan,” tambah Bey.
Menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember, Bey meminta Pemerintah Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah antisipasi.
“Pemerintah daerah harus siaga penuh, sementara masyarakat perlu memahami risiko dan mengambil langkah pencegahan. Jika hujan lebat, lebih baik tetap berada di tempat yang aman dan menghindari area rawan banjir,” kata Bey.
Bey juga menegaskan bahwa Pemprov Jabar akan mempercepat penanganan dampak banjir, termasuk upaya perbaikan infrastruktur yang rusak. Langkah-langkah mitigasi juga akan diperkuat untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
“Pemdaprov Jabar berkomitmen mempercepat penanganan pasca-banjir dan memastikan langkah mitigasi dilakukan agar kejadian seperti ini dapat diminimalkan,” tutupnya.***



