POJOKSATU.ID - Piutang pembiayaan di Jawa Barat pada Maret 2024 mencapai Rp77,4 triliun atau tumbuh positif sebesar 9,96% yoy, NPF masih terjaga di level 2,87%.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Imansyah menjelaskan, berdasarkan jenis penggunaan, piutang pembiayaan didominasi pembiayaan multiguna 62,4% disusul dengan pembiayaan investasi sebesar 23,2%, pembiayaan modal kerja 8,5%, dan pembiayaan dengan prinsip syariah sebesar 5,9%.

"Ada 1.331 kantor perusahaan pembiayaan baik kantor cabang maupun kantor pemasara se-Jawa Barat," kata Imansyah.

Baca Juga: Produk Kerajinan Jabar Meriahkan Expo Dekranas 2024 di Surakarta

Pada Februari 2024, jumlah perusahaan fintech peer to peer lending yang berizin sebanyak 101 perusahaan dengan oustanding pembiayaan di Jawa Barat mencapai Rp16,68 triliun kepada 4,73 juta debitur.

"Dari sisi tingkat wanprestasi di atas 90 hari sejak jatuh tempo (TWP 90) yaitu 3,90%. Secara outstanding, pembiayaan fintech lending di Jawa Barat merupakan yang terbesar Nasional," jelasnya.

Selain itu, jika melihat kinerja pasar modal sampai 2024 total Single Investor Identification (SID) di Jabar capai 2,7 juta, atau tumbuh 15,6% dibanding periode tahun sebelumnya.

"Jawa Barat jadi Provinsi dengan jumlah SID terbanyak atau mencapai 22,1 persen secara Nasional," ungkapnya.

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2024, Rincian Formasi, Kompetensi Spesifik dan Jadwal Lengkap Link Pendaftaran

Imansyah mengatakan, hal tersebut menunjukkan antusiasme warga untuk mengakses produk keuangan Pasar Modal. Selama dua bulan pertama tahun 2024, total transaksi saham dari Jawa Barat mencapai Rp36,6 triliun, terbesar ketiga setelah Daerah Khusus Jakarta & Jawa Timur.

Sementara jumlah investor pasar modal terkait kepemilikan Surat Berharga Negara di Jawa Barat mencapai 199.889 investor, terbesar kedua setelah Daerah Khusus Jakarta.

"Saat ini sudah ada 75 perusahaan dari Jawa Barat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dari sektor perbankan, telekomunikasi, properti dan industri makanan & minuman," tutupnya. ***