POJOKSATU.id, Kota Bandung - Untuk pertama kalinya plaza balai kota Bandung atau biasa digunakan kantor wali kota digunakan shalat Idul Fitri.
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan alasanannya memilih balai kota karena disana tempatnya bagus dan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta pada pemimpin daerah melaksanakan open house tidak berlebihan.
"Bagus, suasananya sejuk l, udara bagus diperkirakan dan kalaupun kita ceritanya mau botram itu bisa. Dan juga sekalian sesuai arahan presiden open house tidak berlebihan maka yang paling pas ya disini," ujar Farhan di balai kota, Sabtu 21 Maret 2026.
Farhan juga menyampaikan kemungkinan shalat Idul Fitri akan terus dilakukan di balai kota.
"Kalau idul Adha tidak tetapi di Al ukhuwah karena ada pemotongan hewan kan. Tapi kalau Idul Fitri insyaallah disini terus," jelasnya.
Pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah ini dalam sambutan Farhan, mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masih adanya ketimpangan ekonomi di Kota Bandung.
Dalam suasana khidmat, Farhan mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga merefleksikan kondisi sosial di sekitar.
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sekitar 100 ribu warga Kota Bandung yang hidup dalam kondisi miskin dan miskin ekstrem.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya melihat langsung kondisi warga yang sangat memprihatinkan. Tidak cukup hanya dengan bantuan, tetapi mereka membutuhkan kesempatan untuk hidup lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sekitar 7,4 persen angkatan kerja produktif di Kota Bandung masih belum mendapatkan pekerjaan.
Tingkat ketimpangan ekonomi yang tercermin dari gini rasio mencapai angka 0,42, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Farhan menilai, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga solusi sosial agar kekayaan tidak hanya berputar di kelompok tertentu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh warga Kota Bandung.



