POJOKSATU.id, Kota Bandung - Koordinator lapangan terminal Leuwipanjang, Dedi Suhendar membenarkan bahwa perpindahan dari terminal Cicaheum ke terminal Leuwipanjang butuh proses, terlebih banyak kendala-kendala yang harus dihadapi.
Kata Dedi, selain masih ada sejumlah armada di sana, juga para pedagang masih menuntut kompensasi.
"Kebetulan para pimpinan kami, Kepala Seksi Lalu Lintas, sedang menuju ke arah Cicaheum untuk mengalokasikan supaya segera pindah. Secara aturan memang dari tanggal 5 Juni lalu sudah pindah ke sini," ucapnya.
Terkait sarana prasarana di terminal Leuwipanjang kata Dedi sudah siap 90% begitupun untuk rekayasa lalu lintas, penempatan, maupun jadwal semua sudah siap.
Dedi menyampaikan di terminal Leuwipanjang ada sekitar 560 unit bus ditambah dari terminal Cicaheum ada sekitar 90 unit bus berbagai jurusan.
"Insya Allah karena kita atur. Setiap PO itu kita batasi maksimal 3 bus, yang 2 satu berangkat, satu standby. Yang di sini itu sekitar 19 PO untuk terminal Lipanjang. Kalau yang kemarin itu di Cicaheum itu ada sekitar 21 PO," ujarnya.
Untuk jadwal sendiri kata Dedi pihaknya masih menunggu dari pihak PO, kapan keberangkatannya, jam berapa, untuk kemudian ditentukan.
Dalam kesempatan itu Dedi juga mengaku selalu menyosialisasikan bahkan mengundang seluruh PO, bahwa bus nya harus segera masuk ke terminal Leuwipanjang.
"Kita belum tahu kenapa mereka bertahan. Informasi yang kami dapat dari kepala terminal bahwa masih terkait masalah pedagang meminta kompensasi," tutupnya.



