POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pelaksanaan job fair kali ini berlangsung di Bandung timur hal itu karena, menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdasarkan data pada Layanan Catatan Administrasi (LACI) RW, Layanan Kesehatan Informasi RW, Bandung Timur ini memiliki tingkat pengangguran di 9 persen dibanding kecamatan lainnya.
"Sekarang kan kita antara 7,2 sampai 7,4 persen. Nah, disini sudah sampai ke angka 8 sampai 9 persen. Ini kemungkinan orang-orang Bandung Timur. Tapi pada dasarnya yang ingin kita lakukan adalah memberikan kesempatan dan informasi lapangan pekerjaan di seluruh wilayah Kota Bandung," jelas Farhan Teras Sunda Cibiru, Sabtu 25 April 2026.
Lebih jauh Farhan menyadari dalam pencarian kerja sering kali antara usia dan pengalaman kerja jadi kendala, namun sayang dalam hal ini pemerintah tidak mungkin memberikan pemagangan lebih dari tiga bulan.
'Yang namanya pencari kerja pertama kali kan kadang-kadang memang enggak punya pengalaman pekerjaan. Maka kita pun harus mulai memikirkan mengenai program magang. Tapi magang juga bukan berarti free dari masalah. Tetap ada masalah di antaranya magangnya setahun itu enggak boleh sama sekali. Magang itu maksimum tiga bulan, bulan keempat apabila masih dipekerjakan, maka harus dibayar full. Nah, itu bagian dari upaya kita membangun portfolio di antara para pencari kerja," ujarnya.
Karena itu Farhan berharap job fair ini bisa dilakukan lebih sering, digelar di kantor disnaker ataupun kantor kewilayahan.
Dalam kesempatan itu Farhan juga meminta event job fair ini bukan hanya sekedar event.
"Saya akan menekan kepada Dinas Tenaga Kerja. Event seperti ini tidak boleh menjadi event yang hanya sekedar pura-pura begitu. Kedua, nanti akan saya kejar dari 600. Yang daftar 1.300, yang datang 600, kemudian yang diterima berapa, dan prosesnya seperti apa, itu pun harus menjadi bagian dari catatan kita untuk mengukur keberhasilan event seperti ini," tegasnya.
Namun lanjut dia event seperti tersebut tidak berdiri sendiri.
Ada program-program lain sesudah dan sebelumnya. Di antaranya pelatihan.
Selanjutnya pihaknya akan melakukan follow-up ke dunia usaha, ke Kadin, ke Apindo.
Untuk mencari peluang apa yang bisa dimanfaatkan.
"Dan kita pun bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi atau serikat-serikat pekerja agar memastikan kualitas sumber daya manusia dari serikat pekerja juga meningkat dengan cepat," tuturnya.
Masih kata Farhan banyaknya tenaga kerja luar warga kota Bandung terserap disini, itu merupakan bentuk persaingan.
Namun Farhan optimis kualitas SDM lokal mampu bersaing.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Yaya A Briliana mengatakan pada job fair ini ada 18 perusahan dengan lowongan kerja sekitar 3.000.
"Tapi kan kita juga bekerja sama dengan pusat-pusat yang lain yang ada di situsnya Kemenaker. Itu jumlah lowongannya sekitar 600 sekian. Tapi yang paling bagus itu kita bekerja sama dengan platform online yang namanya Jobseeker. Lowongannya nasional dan internasional. Sekitar 1.200 lowongan," jelasnya.
Job fair ini kata Yayan pihaknya hanya menjembatani perusahan yang membuka lowongan kerja dengan para pencari kerja.
"Makanya mereka datang disini. Saya ada kekosongan pekerjaan jenisnya ini. Banyaknya seperti ini. Daripada para pencari kerja masuk ke perusahaan masing-masing, mendingan dikumpulkan disini. Nah, jatah kami dari APBD itu tiga bulanan. Tetapi Pak Wali mintanya lebih sering untuk membuka pintu dan membuka jendelanya. Supaya tidak terlalu makan biaya banyak dan energi yang banyak. Kita merencanakan dengan sistem hybrid. Jadi si pencari kerjanya datang ke Disnarker," tegasnya.
Yayan menargetkan lebih dari setengahnya atau sekitar 600 pekerjaan diterima di job fair ini.
Disinggung rencana pemberian BPJS ke pembantu rumah tanggga atau pekerja informal lainnya.
Alasannya karena saat ini banyak sekali pekerja informal yang rentan kecelakaan.
Semisalnya petugas listrik yang akan memperbaiki listrik namun tersengat listrik atau pembantu rumah tangga yang mengalami kekerasan dan lain sebagainya.
"Saya itu lagi berdiskusi dengan BPJS, kebetulan bulan ini ada diskon dari 16.000 hanya 8.000 per bulan. Nanti kalau ada kecelakaan kerja di cover oleh BPJS ketenagakerjaan," ujarnya.
Pola pembayarannya BPJS sendiri Yayan belum memastikannya, apakah dibebankan kepada pemberi kerja, pencari kerja, atau ke yang lainnya.
"Misalnya saya diskusi dengan baznas, apakah bisa. Nah itu yang harus kita diskusikan nanti," tutupnya.



