POJOKSATU.ID - Usulan tiga nama calon penjabat (pj) Gubernur Jabar sudah diajukan oleh DPRD Jabar ke Kemendagri.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah angkat bicara tentang 3 kandidat yang diusulkan menjadi PJ Gubernur Jawa Barat oleh DPRD Jawa Barat salah satunya yakni Prof.Keri Lestari.

Dedi menilai dari ketiga nama tersebut yakni, Prof Asep Nana, Bey Machmudun dan Prof. Keri Lestari tidak ada satupun yang dapat meyakinkan dirinya untuk menjadi Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga: Banyak yang Penasaran, Jungkook BTS Akhirnya Jawab Soal Agamanya

Dedi berpendapat bahwa calon PJ ini harus lepas dari kepentingan siapapun, untuk mendapatkan calon tersebut menurut Dedi tokoh asli dari Kemendagri lah yang amat sangat cocok.

Terkait Prof. Keri Lestari, Dedi Kurnia Syah memaparkan bahwa sosok ini terlalu dekat dan sarat akan kepntingan. Bukan tanpa alasan hal tersebut dikemukakannya.

Pasalnya Prof. Keri diketahui bahwa dirinya merupakan bagian bagian dari tim sukses Ridwan Kamil kala itu, dan memiliki posisi yang baik disalah satu lembaga yang didirikan Ridwan Kamil.

Baca Juga: Di Tengah Harga Bahan Pokok yang Melambung Tinggi, Relawan Sandi Uno Gelar Bazar Sembako Murah di Pangalengan

"Prof.Keri dari Unpad, beliau adalah aviliasi dari pemerintahan Ridwan Kamil, beliau merupakan bagian dari tim sukses beliau termasuk memimpin lembaga ting teng yang didirikan oleh Ridwan Kamil, artinya jangan sampai kemudian tokoh - tokoh yang diajukan itu hanya sebatas tokoh titipan menurut saya tidak meyakini kepada 3 tokoh yang sedang mengemuka," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Jumat 4 Agustus 2023.

Maka dari itu Keri amat sangat diragukan netralitasnya jika terpilih sebagai PJ Gubernur Jawa Barat karena kedekatannya dengan Ridwan Kamil yang dimana ditahun pemilu 2024 ini Ridwan Kamil juga menjadi seirang politisi yang membidangi badan pemenangan partai.

"Keri diragukan karena ia miliki kedekatan dengan Ridwan Kamil, di mana RK adalah politisi secara khusus membidangi badan pemenangan partai. Itulah sebab mengapa jauh lebih baik jika murni tokoh dari kemendagri yang mengemban Pj, salah satunya misalnya Bahtiar," pungkas Dedi Kurnia Syah.***