POJOKSATU.id, Kota Bandung - Kasus pencurian kabel lampu lalu lintas atau traffic light yang selama beberapa bulan terakhir diduga menyebabkan sejumlah lampu merah di Kota Bandung tiba-tiba padam atau mengalami gangguan, berhasil terungkap.
Polresta berhasil menangkap pelaku saat beraksi memotong kabel traffic light di kawasan Simpang Dago, Kota Bandung, pukul 20.30 WIB malam tadi.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi kepolisian dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), serta dukungan masyarakat.
Baca Juga: DPRD Jabar Luncurkan HUDANG, Kini Warga Bisa Sampaikan Aspirasi Tanpa Harus ke Bandung
“Alhamdulillah kita kolaborasi dengan teman-teman Pemda dan dibantu oleh masyarakat yang proaktif untuk menuntaskan peristiwa ini,” kata Dedi saat Press Conference di Polrestabes Bandung, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurut Dedi, kabel traffic light menjadi sasaran pencurian karena memiliki kandungan tembaga yang memiliki nilai ekonomis. Pelaku menggunakan peralatan sederhana untuk memotong kabel tersebut.
“Ini kabel yang diincar karena di dalamnya ada tembaga. Pelaku juga menggunakan alat yang cukup sederhana, seperti, obeng, tang, pisau cutter, dan kunci ring,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Lantik Wantimpres 26 Orang, Mulai Rocky Gerung hingga Chairul Tanjung, Ini Daftarnya
Satu orang pelaku kini telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum. Polisi juga masih melakukan pengembangan karena dari pengungkapan tersebut, sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian telah teridentifikasi.
“Dari pengungkapan pelaku tersebut beberapa TKP saat ini sudah terungkap, kemudian kita masih akan lakukan pengembangan,” ucapnya.
Dedi menjelaskan, pencurian kabel traffic light bukan perkara sederhana. Meski barang yang dicuri berupa kabel, keberadaan fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran lalu lintas masyarakat.
Baca Juga: Pertamina Perkuat UMKM Batik Binar, Batik Complongan Indramayu Tembus Pasar Global
Ia menggambarkan, kondisi yang dapat terjadi apabila sejumlah traffic light di Kota Bandung tidak berfungsi.
“Bisa kita bayangkan kalau Kota Bandung yang semegah ini tanpa traffic light. Betapa carut-marutnya lalu lintas di kota ini kalau ini semua tidak segera kita hentikan,” jelasnya.
Terlebih, mobilitas kendaraan di Kota Bandung sangat tinggi. Dedi menyebut sekitar 70.000 hingga 80.000 mobil masuk ke Kota Bandung setiap akhir pekan.
Baca Juga: Hatta Radjasa Eks Cawapres Prabowo 2014 Diplot Jadi Wakil Ketua Wantimpres
Menurutnya, tingginya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa Kota Bandung menjadi tujuan masyarakat dari dalam maupun luar daerah. Oleh karena itu, situasi keamanan dan kenyamanan perlu terus dijaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat bahwa Bandung kondusif, Bandung aman sehingga perekonomian Bandung tetap bergulir, tetap terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Bandung dalam mengungkap kasus pencurian kabel traffic light tersebut.
Baca Juga: Bukan Kemarau Panjang, Sawah Pedes Karawang Kekeringan Diduga Gegara Bangunan Liar Pasar Karangjati
Farhan mengatakan, Kota Bandung sebagai kota terbuka memiliki risiko menghadapi berbagai bentuk kriminalitas. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh unsur Forkopimda menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami sangat menghargai, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kepolisian di Polrestabes Kota Bandung karena ini bukan pekerjaan mudah sama sekali,” ujar Farhan.
Menurutnya, pembagian tugas dalam menjaga keamanan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah daerah, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga perangkat daerah, berperan dalam melakukan pencegahan dan pengawasan dini.
Baca Juga: Rocky Gerung Merapat ke Istana Negara, Diinfokan Jadi Wantimpres Prabowo, Ini Komentarnya
Jika ditemukan indikasi yang berpotensi membahayakan masyarakat, Pemkot Bandung akan segera berkoordinasi dengan kepolisian.
“Apabila kami sudah melihat ada sesuatu, deteksi dini yang berbahaya maka kami akan langsung laporkan kepada kepolisian,” katanya.
Farhan menilai respons cepat kepolisian menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Baca Juga: Anugerah GTK 2026 Dibuka, Masyarakat Bisa Usulkan Guru dan Tenaga Kependidikan Inspiratif
“Rasa aman menjadi penting karena itu adalah tugas utama dari kita sebagai pemerintahan, representasi negara bagi warga negara, memberikan rasa aman, memberikan rasa nyaman,” tuturnya.***



