POJOKSATU.id, Kota Bandung
– Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yulistiani menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengelar West Java International Tea, Coffee, and Cocoa Expo (WITEX) pada tanggal 12-14 Juni 2026 di Summarecon.

Disampaikan Nining acara tersebut bukan hanya pameran perdana yang memfasilitasi khusus tiga komoditi tersebut namun juga akan digelar talk show, workshop, challenge, hingga kompetisi.

Bukan itu saja, pada saat itu dilakukan pelepasan dua container kopi ke Mesir.

“Kita Jawa Barat menyelanggarakan WITEX sebagai upaya peningkatan expor yang setiap tahun kita provinsi no 1. Share kita sudah di 38 miliar USD. Kami ingin memperlihatkan memperestasikan bahwa Jabar ini pusat industri dan perdagangan itu bisa saling sinergi dan kemudian bisa juga mempertemukan antara buyer, treder untuk kemudian mereka saling berkolaborasi dan membuka peluang dan juga akses pasar dalam ekosistem bisnis yang memang dibangun secara modern di pasar global,” jelas Nining di pelataran Setda A Gedung Sate, Selasa 9 Juni 2026.

Acara bertema ‘The Golden Belt of Java: Coffe Tea and Cocoa for the Future’ menurut Nining karena berdasarkan sejarah di abad 16,17, dan 18 bahwa lokasi Jawa Barat ini memiliki daya saing, kekayaan alam yang luar biasa terkait tiga komoditi itu.

“Golden belt karena alam kita kaya dengan kualitas premium, ini tempat strategis perdagangan kalau diolah dengan baik. Dan kami ingin membawa semua pihak terlibat dalam perkembangan tiga komoditi ini untuk terus berinovasi keberlanjutan sehingga akses pasar terus kita buka, dan meningkatkan daya saing global kita,” harapnya.

Di WITEX itu ada memfasilitasi 72 komunitas pelaku usaha yang akan memamerkan produk mereka yang sudah diakurasi, ada 19 both memberikan fasilitas informasi dan pelayanan tentang berusaha, perijinan, sertifikasi dan lainnya bekerjasama dengan Kemendag dan lainnya.

Untuk talk show acara akan memberikan informasi dari pihak kompenten terkait teh, kopi, dan cocoa.

Di workshop disampaikan produk namun relate dengan culture seperti cerita tradisi minum the dari Garut disebut ‘nyaneut’.

“Juga punya timisilogi, teh artisan ini dicampur rasa luar biasa, nah disitu ada challenge dimana untuk mengetahui dari mana teh itu berasal. Ada juga kompetisi yang akan diikuti 37 perserta bartender dan barista. Dan lelang komoditi, sudah ada 21 pelaku usaha, buyernya juga sudah bersedia datang, sehingga diharapkan pada lelang ini menghasilkan kontrak membeli. Kita juga ada pelepasan ekspor 2 konteiner kopi ke Mesir, ada 11 negera 42 buyer offline dan online , seperti Malaysia, Thailand yang akan hadir,” bebernya.

Analis Perdagangan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Perkebunan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Irman Adi Purwanto mengatakan kegiatan internasional yang digelar pemerintah daerah dapat menjadi sarana efektif memperluas promosi produk ke pasar dunia.

“Bahwasannya pusat pun menawarkan beberapa kegiatan program ekspor atau coaching program dimana para pelaku usaha dapat belajar memperbaiki packaging mereka sehingga bisa di pasarkan di pasar dunia, kegiatan ini juga membantu pelaku usaha terkait sertifikasi keamanan pangan, ekspor, halal dan upaya pemahaman produk sesuai permintaan dunia, terutama kebutuhan teh, kopi, dan cacao ke pasar eropa,” jelasnya.