POJOKSATU.id, Kota Bandung - Jalan Panjunan, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung rusak parah namun demikian Pemkot Bandung tidak akan buru-buru memperbaikinya, pasalnya terlebih dulu menertibkan pedagang kaki lima (PKL) disana.
Hal itu dilakukan menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan karena ternyata kerusakan jalan akibat para PKL berjualan basahan hingga menyebabkan aspal terkikis dan rusak.
"Tapi yang pasti jam 06.00-10.00 itu jadi pasar bukan PKL lagi. Pasar jualan barang basah, barang basah itu membuat aspal basah terus dan lindasannya kurang dan secara teknis saya sudah menyelidiki apabila aspal secara terus menerus kena basah dan kurang dilindas itu lama lama akan terjadi pengikisan yang sangat cepat," ungkap Farhan di pendopo.
Karenanya, kata Farhan dia telah memprogramkan perbaikkan jalan disana.
"Kami memang sedang akan proyek perbaikan jalan Astana Anyar - Panjunan itu, sudah akan dilaksanakan awal April ini," paparnya.
Namun lanjut Farhan rencana itu ia tunda dengan alasan ingin menertibkan terlebih dulu pedagang.
"Tapi saya tunda, kenapa? Karena saya mau menertibkan dulu PKL. Karena PKL ini membuat jalan mau diperbaiki apapun tetap gak akan benar, hampura PKL," ujarnya.
Terhadap PKL sendiri Farhan mengaku sudah mengingatkan dari tahun lalu namun rupanya diabaikan.
"Kan sejak tahun lalu saya sudah memberikan himbauan himbauan tapi kelihatannya himbauan saya diabaikan maka kami akan melakukan tindakan tegas," tegasnya.
Farhan pun menegaskan perbaikan jalan dilakukan setelah komitmen tertib dari PKL terwujud.
Terkait apakah PKL akan direlokasi atau tidak Farhan enggan mengungkapnya.
"Gusur, setelah ada komitmen bahwa semua akan tertib baru dimulai. Bukan dibiarkan ya tapi selama PKL masih disitu dan tidak tertib ya jalan rusak terus. Sekarang lagi penertibannya," tandasnya.
Selain jalan di jalan Panjunan sejumlah penerangan jalan umum pun banyak yang mati.
Farhan mengaku akan menyelediki apakah lampu itu mati karena rusak karena kualitas jelek atau karena dicuri.



