POJOKSATU.id, Bandung – Euforia kemenangan Persib Bandung yang kembali merebut gelar juara Liga 1 tak hanya menggema di stadion, tapi juga di jalanan Kota Bandung.

Menyambut perayaan besar ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Apel Pengamanan Konvoi Juara di Plaza Balai Kota, Senin (12/5/2025).

Apel ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan, dan dihadiri para pemain Persib serta tiga trofi legendaris yang menjadi saksi kejayaan Maung Bandung: gelar juara 1989-1990, Perserikatan 1993-1994, dan Liga Indonesia 1994-1995.

“Alhamdulillah, pagi ini kita berkumpul bersama untuk menunjukkan kesiapsiagaan. Apalagi istimewa karena ada para pemain dan tiga piala bersejarah yang kini disimpan oleh Pemkot,” ujar Farhan.

Farhan menekankan bahwa apel ini adalah bentuk apresiasi dan kesiapan seluruh jajaran Pemkot untuk menjaga keamanan dan kebersihan kota selama rangkaian perayaan berlangsung.

Ia pun secara tegas menginstruksikan agar para ASN dan petugas tidak ikut dalam konvoi.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Dua konvoi sebelumnya berjalan lancar, tertib dan bersih. Masih ada tiga konvoi lagi ke depan. Jadi, mari tetap disiplin,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada para Bobotoh agar tidak melakukan konvoi dadakan usai laga tandang melawan Persita pada 16 Mei mendatang.

Sebagai gantinya, ia menyarankan agar tanggal tersebut digunakan untuk istirahat dan persiapan menyambut konvoi besar pada 24 dan 25 Mei.

“24 dan 25 Mei nanti akan jadi puncak perayaan. Mari kita rayakan dengan gembira, tertib, dan penuh rasa syukur. Tanggal 16 kita gunakan dulu untuk cooling down, bersih-bersih dan rapihkan diri,” katanya.

Untuk rute konvoi besar, rencananya akan dimulai dari Balai Kota dan berakhir di Gedung Sate.

Rute ini disebut sebagai simbol perjalanan Persib dari klub kebanggaan Kota Bandung menuju kejayaan sebagai ikon Jawa Barat.

Namun, detailnya masih menunggu izin dari pihak kepolisian.

“Rute ini menggambarkan bahwa Persib bukan hanya milik Bandung, tapi juga milik seluruh warga Jawa Barat,” tutup Farhan.

Perayaan boleh meriah, tapi ketertiban tetap jadi prioritas. Persib juara, Bandung pun harus tetap bersih dan damai.***