POJOKSATU.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan segera membangun jembatan penghubung antara Kelurahan Pasir Impun dan Kelurahan Sindang Jaya, Kecamatan Mandalajati.
Proyek ini diharapkan dapat memangkas waktu dan jarak tempuh bagi warga di kedua wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memastikan rencana berjalan lancar.
Baca Juga: Deretan Jabatan Mentereng Topan Ginting di Usia 42 Tahun, Sering Diangkat Kadis ‘Lahan Basah’
"Pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat yang sangat penting. Jembatan ini akan mempermudah akses, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus bersekolah ke SMP 53 dengan memutar sejauh 4 kilometer,” ujar Erwin.
Erwin menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk memperjuangkan pembangunan jembatan ini secepat mungkin sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam aspek aksesibilitas, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Baca Juga: Tak Patuhi Aturan, Komdigi Putuskan Akses Tiga PSE
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa target pembangunan jembatan dimulai pada tahun 2026.
Tahap awal akan diawali dengan penyusunan Dokumen Engineering Detail (DED).
"Kami akan upayakan agar penyusunan DED bisa dipercepat. Jika evaluasi dari Gubernur Jawa Barat memungkinkan, perencanaan bisa dimulai tahun 2025 dan fisik jembatan dibangun tahun 2026,” terang Didi.
Baca Juga: Dua Sekolah Rakyat di Yogyakarta Telah Terkoneksi Internet Kecepatan Tinggi
Ia menjelaskan, jembatan yang akan dibangun bersifat permanen, dengan model struktur (gantung atau gelagar) akan ditentukan setelah DED selesai disusun.
Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Robin, menambahkan bahwa peninjauan ini adalah bagian dari upaya wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan warga.
Baca Juga: 7.928 Pendaftar Beasiswa Indonesia Bangkit Lolos Seleksi Administrasi, Tes Akademik Digelar Hari Ini
"Warga harus memutar jauh untuk ke sekolah dan mengurus administrasi. Kami harap DED bisa segera dikerjakan tahun ini agar pembangunan fisik bisa dilakukan pada 2026. Semoga jembatan ini membawa berkah dan manfaat besar bagi warga,” ujar Asep Robin.***



